Gw gak bisa tidur cepat pagi tadi, faktor karena kemarin gw tidur di sore hari sekitar 3 jam. Walhasil sampai jam 5 subuh, gw masih melek terang benderang ini mata. Mencoba untuk tidur, apa yang harus gw lakukan? Gw sudah menonton The Fountain-nya Darren Aronofsky dan Cast Away-nya Robert Zemeckis dari jam 23 sampai jam 3 subuh. Masih juga energi meluap. Membuang energi secara kilat melalui suatu gerakan repetitif yang sudah populer dilakukan dari jaman pra sejarah ke salah satu anggota tubuh? Tidak. Bukan dengan cara itu untuk subuh tadi. Di subuh tadi gw mencoba berdoa. Tidak untuk menjadi sosok yang makin religi, tetapi ingin diberikan kenikmatan untuk merasakan kantuk. Berdoa sesuai dengan kegelisahan gw, dan entah mengapa dalam doa itu gw mendadak terbayang lagu Hands yang dinyanyikan oleh Jewel. Okelah, faktor 90an juga menentukan di dalam sel kelabu otak gw. Mungkin sinapsis di otak gw langsung men-trigger kemunculan lagu Hands di dalam otak gw di kala untaian doa menjadi aktivitas random yang gw lakukan subuh tadi. Tapi, ternyata Hands bekerja dengan uniknya! Segera setelah gw dengerin Hands tadi subuh, gw langsung terlelap. Secara sentimentil, mungkin karena hati gw tergerak dengan makna lagu ini... Hands adalah lagu yang gw inget banget sering dipedengarkan ketika gw masih SD. Terekam dalam memori gw karena nada yang catchy, hingga pada akhirnya ketika menginjak usia pra dewasa dan mengalami berbagai macam hal gw bisa memaknai lagu Hands ini lebih dalam... We are never broken... Cause in the end only kindness matters... I will get down on my knees and I will pray... Lagu ini sendiri adalah untaian doa. Untaian doa yang mengingatkan bahwa kita adalah mata dari Tuhan. Untaian doa yang mampu membuat gw terlelap malam tadi. Untaian doa yang akan selalu gw perdengarkan sampai ke dekade berikutnya. Amin.
Disana kau berdiri dalam bayang kelabu mengharapkan dia kembali.. hoouwoo
Namun kau 'kan sadari segera atau nanti, semua tinggal indah kenangannn....
Ya, gw memang terjebak di era 90an. Gw menganggap gw tumbuh besar di Jakarta pada era yang tepat. Tontonan berkualitas, Musik berkualitas, dll Di antara banyak karya lagu 90an di Indonesia, lagu "Dan Senyumlah" dari Sinikini rasanya salah satu karya yang magis atmosfernya bagi gw. Ketika mendengar lagu ini, gw benar-benar ditarik lagi ke masa 90an. Dengarkan sejenak intro-nya... alunan musiknya... Kemudian ketika memahami liriknya... Lagu ini adalah sebuah oase bagi pribadi yang baru saja ditinggal kekasihnya.. Lagu untuk move on... As simple as that. Lagu ini terpatri abadi di dalam hati gw. Banyak lagu indah Indonesia di 90an yang abadi. "Dan Senyumlah" pasti akan abadi di dalam diri gw. Aura mistik 90an-nya, liriknya yang positif. Sinikini sungguhlah cendera mata dari abad 20. Nikmatilah lagu ini, rasakan magisnya 90an.
90's is the best!
Mungkin saya terlalu lugu untuk menyatakan bahwa dekade 90an merupakan dekade terbaik yang pernah dinikmati manusia Indonesia. Sebagai generasi manusia Indonesia yang terlahir di akhir tahun 80an, wajar adanya jika akhirnya dekade 90an (1990-1999) sangat mempengaruhi tumbuh kembang pribadi saya dalam mengenal Indonesia dari perspektif pribadi. Tumbuh kembang saya tentu sangat dipengaruhi akan lingkungan tempat saya bertumbuh. Dari lingkungan inilah saya mengenal berbagai jenis musik untuk saya dengarkan. Dalam hal ini, saya bersyukur karena mudah mendapat akses untuk menonton acara musik ataupun klip lagu di Televisi, mendengarkan radio, ataupun mendengarkan kaset serta CD koleksi kakak saya.
Akan ada banyak hal yang bisa dikupas dari "musik Indonesia seperti apa saja pada dekade 90an yang mempengaruhi tumbuh kembang saya?". Tetapi di tulisan ini saya akan memfokuskan pada salah satu lagu Indonesia yang saya sukai di masa 90an tersebut. Lagu ini dinyanyikan oleh duet Super Bejo yang anggotanya adalah MC kondang di masa 90an tersebut, Edwin & Djodhy. Judul lagu tersebut adalah "Gue Ingin". Kenapa lagu ini yang saya pilih disini? Ini lebih dikarenakan saya sekarang semakin kagum oleh kekuatan lirik di lagu ini sendiri. Ketika menulis tulisan ini sebenarnya saya tidak lagi galau, saya justru mencoba memberi apresiasi sedalam-dalamnya terhadap pengarang lirik lagu ini. Lirik lagu ini sangat jujur menceritakan seorang pria dengan hati hampa serta tidak ingin melewatkan malam sendirian dan berharap ditemani oleh pasangannya. Entah kenapa saya sangat suka penggalan lirik yang ini:
Hanya rinai hujan menemani
Gemericik menggema
Semilir angin menerpa nurani
Membuat diri ini semakin hampa
Penggunaan kata ganti orang pertama di lagu ini "gue" ketimbang menggunakan kata "aku"/"Saya" juga membuat lagu ini menurut saya lebih kena ke dalam hati pendengar. Menghilangkan kesan bahwa lagu ini formal dan juga cocok dengan interpretasi mood Djodhy dalam menyanyikan lagu ini. Tentu saja bagi saya mayoritas lagu-lagu Indonesia pada umumnya yang booming pada tahun 90an salah satu kekuatannya adalah dalam pemilihan liriknya yang tidak cheesy, lagu ini pun bagi saya tidak cheesy serta jauh dari suasana melankolis. Dengan musik rock yang mengiringi lagu ini, "Gue Ingin" dapat merepresentasikan kekuatan lagu-lagu pada era 90an. Sebuah era dimana saya tambah bersyukur dan merasa beruntung bahwa saya tumbuh kembang di era ini karena saya banyak mendengar musik-musik dari industri musik Indonesia dengan kualitas seperti ini. Ya, kalimat terakhir tentu saya gunakan untuk menyindir musik yang beredar pada industri musik saat ini yang makin menuju titik nadir kekreativitasan dari pelaku industri di dalamnya.
Pilihan lagu terkadang mencerminkan perasaan hati kita tentunya dan sebenarnya ketika sedang galau saya cukup terhibur ketika memutar video klip lagu ini. Video klip lagu ini sendiri memparodikan cerita film Romeo + Juliet (1996). Dengan lirik lagu galau + video klip seperti ini, rasanya galau yang tertambat di dalam hati bisa sedikit berkurang kadarnya :p haha. Kehadiran Andhara Early ketika masih muda sebagai model video klip lagu ini juga bisa membuat saya tersenyum ketika menontonnya. Baiklah, sampai disini dahulu tulisan saya, lain kali (baca: jika ada niat) saya akan menulis dan menaruh lagu-lagu lainnya dari zaman 90an yang berkesan bagi saya.
*drum roll* Kita sambut, band yang telah meraih platinum versi mbahdiddo: SUPER BEJO!!
Malam sunyi kembali lara sendiri
Gelap pekat entah apa yang tersirat
Hanya rinai hujan menemani
Gemericik menggema
Semilir angin menerpa nurani
Membuat diri ini semakin hampa
Tak mengerti lagi mesti bagaimana
Gue ingin malam ini loe ada disini
Temani gue yang goyah serasa tak berarti
Gue ingin loe rasakan galau hati ini
Hingga gue dapat nikmati indahnya hidup ini
Malam sunyi kembali lara sendiri
Gelap pekat entah apa yang tersirat
Hanya rinai hujan menemani
Gemericik menggema
Semilir angin menerpa nurani
Membuat diri ini semakin hampa
Tak mengerti lagi mesti bagaimana
Gue ingin malam ini loe ada disini
Temani gue yang goyah serasa tak berarti
Gue ingin loe rasakan galau hati ini
Hingga gue dapat nikmati indahnya hidup ini
Hanya rinai hujan menemani
Gemericik menggema
Semilir angin menerpa nurani
Membuat diri ini semakin hampa
Tak mengerti lagi mesti bagaimana
Gue ingin malam ini loe ada disini
Temani gue yang goyah serasa tak berarti
Gue ingin loe rasakan galau hati ini
Hingga gue dapat nikmati indahnya hidup ini