Sudah lama ga update blog...
Sudah malas nampaknya untuk mencurahkan penulisan di media digital ini walau ironisnya hampir tiap hari gw online...
Sudah 8 bulan sejak entri terakhir...
Hidup gw berubah...
Mustahil dalam 8 bulan hidup manusia ga berubah. Jika dalam kurun waktu tertentu hidup manusia datar-datar saja, gw yakin manusia tersebut pasti kehilangan detil kecil dalam hidupnya. Ada yang hilang dari situ.
... dan gw yakin, gw tidak kehilangan momentum dalam 8 bulan ini...
semuanya pendewasaan.
gw bisa cerita ke anak cucu gw nanti (klo punya :p) gw pernah terlibat dalam produksi film nasional dengan skala kolosal.
kecil mungkin artinya bagi banyak orang, tapi itu sungguh besar maknanya buat gw.
Periode hidup yang sangat memproses gw.
Di tengah tahun 2012 ini, apa yang dikatakan (alm) Pak Hari Lubis sudah mulai jelas.
Kurikulum kehidupan yang gw hadapi makin absurd...
Yah, inilah hidup.
Gw tetap yakin bahwa ini rentetan kejadian yang memproses gw untuk menjadi seseorang.
6-8 tahun lagi mungkin gw akan tahu hasilnya... 10 tahun lagi mungkin? 1 tahun lagi?
Semuanya sudah tertulis olehNya, gw tinggal menjalani saja.
Tujuan gw tetap 1: menjadi orang yang kuat.
Terucap di titik nadir gw sebagai pria, malah ini menjadi yang suatu ekstase penting yang membuat gw tetap optimis.
Tetap percaya akan rahasia dunia yang Ia persiapkan buat gw.
-suatu malam yang sunyi di rumah, ditemani kipas angin tua yang mengeluarkan bunyi pertanda sudah waktunya diminyaki-
20 Juli 2012
28 November 2011
Love's A Bitch...
Nora's Dad
When you meet the right person, you know it.
You can't stop thinking about them.
They're your best friend...and your soul mate.
You can't wait to spend the rest of your life with them.
No one and nothing else can compare.
Robin: What?
When you meet the right person, you know it.
You can't stop thinking about them.
They're your best friend...and your soul mate.
You can't wait to spend the rest of your life with them.
No one and nothing else can compare.
(and then Barney suddenly realized that he loves Robin)
Robin: There's something I have to tell you.
Kevin: Then don't.
Robin: What?
Kevin: If there's one thing I've learned as a therapist, it's that just because something needs to be told, doesn't always mean it needs to be heard.
Robin: Kevin, I did something bad.
Kevin: We've all done bad things. Doesn't mean we're bad people. Look, I don't care about every detail from your past, and I hope you don't care about mine either. What I do care about is you. And that from tonight forward, you're in this as much as I am. What do you think?
Robin: I'm such a mess. Why do you even like me?
Kevin: Come here. I am constantly amazed by the things you say, entranced by the things you do, and unlike a certain JalapeƱo Coconut Vodka martini, you're easy on the eye. And if we're together long enough, I hope that one day you see yourself the way I see you.
Robin: That's a pretty good answer.
(and the Robin suddenly realized that she and Barney weren't meant to be together...)
Very emotional and moving...
-from HIMYM S07 E10: Tick Tick Tick-
27 September 2011
saya gelisah, maka tulisan ini ada. (too corny isn't it?)
~ Don't save me, Don't save me, Don't save me, 'cause I don't care!! ~
Savior, 30 Seconds To Mars
Sudah sekian lama gw gak utak-atik ini blog,
kalau ada yang mengatakan ke gw, kalau orang pada umumnya nulis di blog supaya "suaranya" terdengar kepada orang lain (bisa disinonimkan dengan 1 kata simpel: curhat) rasanya pendapat ini dapat diterima juga oleh gw.
Ya, di lingkungan kerjaan gw sekarang, gw bersyukur bertemu kawan-kawan luar biasa yang bisa gw curhatin. Secara luar biasa, mereka ini tidak hanya menjadi sekedar rekan kerja. Tapi sudah menjadi sahabat yg menerima saya apa adanya. Gw bersyukur untuk kehadiran Bogalakon Pictures dalam hidup gw...
Belum lagi kawan-kawan se-"makar" , beberapa kawan TI 2005 yang sanggup meluangkan waktunya secara berkala untuk berkumpul bersama di 711 seantero Jakarta (lebay mode: on), yang dapat saya percayai untuk sesi curhat cem-macem.
Poinnya adalah, blog ini ujungnya terbengkalai oleh gw karena gw sudah menemukan teman curhat offline! merujuk kepada keluh kesah di blog ini yg gw anggap wadah curhat online :p
Jadi, kenapa gw menulis lagi disini?
Kan sudah bertemu rekan-rekan offline untuk sesi curhat?
Huft,, pelik...
Bisa dikatakan gw mau nulis sekarang karena kemampuan gw menulis sudah tumpul.
Selain untuk www.gabrielomar8.com (notabene baru keluar 2 tulisan pendek serta 1 tulisan akan tayang) gw sudah tidak pernah menulis lagi secara panjang lebar.
Terlalu asyik nge-twit
Terlalu asyik ngobrol ngalor ngidul tanpa menuangkan ide-ide yang didapat ke dalam tulisan,
.... (tuliskan berbagai macam alasan lainnya, ga akan habis alasan...)
Gw menulis sekarang ini untuk mengeluarkan kegelisahan gw...
timing-nya terlalu pas untuk kemudian lagu Savior dari Mars tiba-tiba berkumandang di winamp gw.
saat ini gw terlalu gelisah, dan gw tahu perasaan gelisah ini hanya bisa dihilangkan oleh kekuatan pikiran gw sendiri.
Lalu gw mengarah ke akar masalah, kenapa gw bisa gelisah malam ini?
Terlalu banyak variabel yang berpengaruh mengusik emosi gw malem ini.
Beneran jadi sesi curhat yg gw yakin bakal basi... membikin muak karena memang hanya disitu-situ saja akar kegelisahaan gw.
Anyway, dengan kegelisahan yang gw alami, gw bisa menulis sepanjang ini. Kemajuan yang hebat.
Dalam 2 minggu ke depan, nampaknya akan ada 1 tulisan pamungkas yang mungkin saja mengakhiri kegelisahan gw. Entahlah...
Di saat seperti ini,
saya ingin berada dalam The Tree of Life...
saya ingin berada dalam The Butterfly Effect...
saya ingin berada dalam The Time Machine...
saya ingin merayakan hidup melalui 3 experience yang saya dapatkan di film tersebut.
Syahdu...
~ dan kemudian saya akan tertidur lelap setelah menulis ini, kemudian bangun tidur di pagi hari... akan kuputar totem yang kusimpan di samping bantalku... kemudian totem berputar.... berputar... dan aku harap totem itu tak berhenti berputar.... ~
30 Juli 2011
impian? impian! impian.
Impian?
gw gak mau menjawab hal ini dengan definitif mengikuti KBBI.
gw simplifikasikan dengan pemikiran sederhana yakni impian adalah suatu angan-angan yang gw cita-citakan dan gw ingin sekali meraihnya dalam kehidupan ini.
lalu gw ini ingin meraih apa kehidupan ini? banyak hal!
standard manusia yang terlahir dari keluarga dengan ekonomi tingkat menengah di Jakarta pada umumnya yang ingin meraih kemapanan secara lebih serta berada dalam zona nyaman minimal seperti di saat gw terlahir dalam keluarga kandung.
klo menuruti theme song Doraemon: "Ingin ini ingin itu banyak sekaliiiii!", sayangnya tidak ada kantong ajaib yang eksis di dunia ini untuk mengabulkan permintaan gw dengan sekejap supaya gw ada dalam kemapanan serta zona nyaman yang gw idam-idamkan.
secara spesifik: gw pengen ke Old Trafford, gw pengen ke San Siro, gw pengen terlibat dalam produksi film layar lebar, gw pengen nonton langsung konser 30 Seconds To Mars, gw pengen keliling Indonesia, gw pengen keliling Amerika Selatan, blabla (intinya mengunjungi tempat2 baru di dunia), gw pengen menikah dengan istri yang mau menerima segala kekurangan gw sehingga dia berhak atas segala kelebihan gw, gw pengen punya usaha di bidang jasa yang mampu membuat gw serta partner usaha serta para karyawannya hidup berkecukupan, gw pengen berkontribusi di bidang pendidikan terutama di wilayah timur Indonesia, dll
impian paling utama yang gw tuju dalam masa mendatang adalah menjadi manusia yang utuh. mampu mengenal Tuhan dengan lebih intim. tidak menjadi budak uang. tidak melakukan tindak pidana korupsi. menjadi manusia yang ideal di mata Tuhan, orang tua, sahabat, teman, rekan, masyarakat, dllllllll (mas Boy wannabe)
Impian!
muluk-muluk...
ya, muluk-muluk banget...
seorang sahabat saya bercerita tentang perjalanan dia berkeliling beberapa daerah di Indonesia untuk kepentingan pekerjaannya. Dia bercerita tentang "apa aja sih impian anak kecil, remaja, pemuda di daerah?".
Secara spesifik, daerah-daerah ini berada di luar pulau Jawa.
Beragam jawaban diberikan, dimulai dari ingin menjadi satpam, mandor pabrik, tukang batu, ahli mesin potong, dan yang paling prestisius adalah menjadi pegawai negeri. Bagi pemuda di daerah yang mengenyam pendidikan sampai tingkat D3/S1, impian mereka adalah ke Jakarta. Untuk menjadi apapun di Jakarta, tentu dengan cita-cita abadi khas anak daerah: Menaklukkan Jakarta!
Tentu setelah mendengar cerita tersebut di atas, gw jadi membandingkan impian gw dengan mereka. Jelas perbandingan impian ini adalah suatu hal yang ga terelakkan bagi gw, walau ga masuk akal sebetulnya jika cita-cita setiap orang dibanding-bandingkan. Lha, tiap orang itu punya karakter yang berbeda dan seharusnya ga dibandingkan tohh??
Kesimpulannya: Gw bilang impian gw itu muluk-muluk!
gw pengen merantau ke luar negeri untuk melihat ada apa aja sih di luar sana, sementara itu gw yakin banyak banget orang di luar daerah sana cukup puas ingin mencari penghidupan yang layak dengan ke merantau Jakarta.
sementara orang di luar daerah sana pengen jadi satpam, nha gw malah pengen jadi produser film.
gw berandai-andai nih, klo aja gw lahir di daerah misalnya di Kabupaten Bulukumba (Sulawesi Selatan)....
Apa iya gw punya impian semuluk gw sekarang?
Apa iya gw bakal sampai ke tahap pemikiran: gw tidak menghambakan serta hidup untuk mengejar uang, tapi gw ingin menghasilkan suatu karya yang akan dikenang orang.
Apa iya gw bakal mengenyam pendidikan yang luar biasa layak di Bandung?
serta beragam pertanyaan "Apa Iya" yang lainnya.
hidup menawarkan berbagai macam cerita yang nampaknya tidak kalah absurd dibandingkan dengan film Eraserhead yang luar biasa absurd.
hidup menawarkan peluang demi peluang yang mesti gw putuskan untuk mengambil atau tidak mengambilnya.
hidup menawarkan sebuah konsep kepercayaan yang bermuara pada agungnya kuasa Tuhan dan juga menawarkan sebuah konsep nihilistik.
Terlepas dari tawaran apapun yang nampak dalam hidup ini, satu hal yang pasti semua tawaran itu pada akhirnya merupakan suatu manifestasi dari adanya suatu impian yang hidup dalam pikiran kita.
menyebut 3 pengalaman pribadi:
"Apa jadinya jika gw tidak mengambil peluang untuk masuk kuliah di ITB lalu saya tidak mengambil peluang untuk menonton film Memento, apakah gw akan mempunyai impian untuk bekerja di industri film?"
"Apa jadinya jika gw mengambil peluang untuk tidur lebih cepat pada tahun 1996 sehingga gw tidak akan menonton final FA Cup antara MU vs Liverpool, apakah gw akan mempunyai impian untuk menonton MU di Old Trafford?"
"Apa jadinya kalau dulu gw gak mengambil peluang untuk mendengar lagu Attack dari 30 Seconds To Mars ketika gw lagi galau, apakah gw akan mengenal visi serta ide secara menyeluruh dari 30 Seconds To Mars yang sekarang ini masuk ke dalam hati gw serta membantu gw untuk tetap kuat mengejar impian?
Impian itu akan selalu ada merasuki pemikiran serta lubuk hati yang terdalam.
gw hanya bisa menutup tulisan ini dengan pertanyaan serta pertanyaan lainnya...
Lalu apakah kita akan berusaha mendapatkan impian itu? berusaha sekeras apa supaya kita bisa sampai ke tahap menjalani impian tersebut? Apakah gw ini terlalu naif dalam memandang "impian"? Apakah gw ini terlalu polos & terlalu kekanakan dalam memandang "impian"?
Pertanyaan-pertanyaan gw ini mungkin akan terjawab suatu saat nanti klo gw udah pergi dari dunia ini.
Satu hal yang pasti ketika impian itu dapat gw wujudkan, ada semangat berbeda yang muncul dari dalam diri gw. Ada gairah yang belum pernah gw rasakan mengalir dalam hidup ini, seakan-akan memberi tahu gw "1 sudah lo wujudkan, lo pengen wujudkan yang lainnya kan untuk merasakan gairah yang sama kayak sekarang?"
semua cerita ini bermula karena adanya
Impian.
gw gak mau menjawab hal ini dengan definitif mengikuti KBBI.
gw simplifikasikan dengan pemikiran sederhana yakni impian adalah suatu angan-angan yang gw cita-citakan dan gw ingin sekali meraihnya dalam kehidupan ini.
lalu gw ini ingin meraih apa kehidupan ini? banyak hal!
standard manusia yang terlahir dari keluarga dengan ekonomi tingkat menengah di Jakarta pada umumnya yang ingin meraih kemapanan secara lebih serta berada dalam zona nyaman minimal seperti di saat gw terlahir dalam keluarga kandung.
klo menuruti theme song Doraemon: "Ingin ini ingin itu banyak sekaliiiii!", sayangnya tidak ada kantong ajaib yang eksis di dunia ini untuk mengabulkan permintaan gw dengan sekejap supaya gw ada dalam kemapanan serta zona nyaman yang gw idam-idamkan.
secara spesifik: gw pengen ke Old Trafford, gw pengen ke San Siro, gw pengen terlibat dalam produksi film layar lebar, gw pengen nonton langsung konser 30 Seconds To Mars, gw pengen keliling Indonesia, gw pengen keliling Amerika Selatan, blabla (intinya mengunjungi tempat2 baru di dunia), gw pengen menikah dengan istri yang mau menerima segala kekurangan gw sehingga dia berhak atas segala kelebihan gw, gw pengen punya usaha di bidang jasa yang mampu membuat gw serta partner usaha serta para karyawannya hidup berkecukupan, gw pengen berkontribusi di bidang pendidikan terutama di wilayah timur Indonesia, dll
impian paling utama yang gw tuju dalam masa mendatang adalah menjadi manusia yang utuh. mampu mengenal Tuhan dengan lebih intim. tidak menjadi budak uang. tidak melakukan tindak pidana korupsi. menjadi manusia yang ideal di mata Tuhan, orang tua, sahabat, teman, rekan, masyarakat, dllllllll (mas Boy wannabe)
Impian!
muluk-muluk...
ya, muluk-muluk banget...
seorang sahabat saya bercerita tentang perjalanan dia berkeliling beberapa daerah di Indonesia untuk kepentingan pekerjaannya. Dia bercerita tentang "apa aja sih impian anak kecil, remaja, pemuda di daerah?".
Secara spesifik, daerah-daerah ini berada di luar pulau Jawa.
Beragam jawaban diberikan, dimulai dari ingin menjadi satpam, mandor pabrik, tukang batu, ahli mesin potong, dan yang paling prestisius adalah menjadi pegawai negeri. Bagi pemuda di daerah yang mengenyam pendidikan sampai tingkat D3/S1, impian mereka adalah ke Jakarta. Untuk menjadi apapun di Jakarta, tentu dengan cita-cita abadi khas anak daerah: Menaklukkan Jakarta!
Tentu setelah mendengar cerita tersebut di atas, gw jadi membandingkan impian gw dengan mereka. Jelas perbandingan impian ini adalah suatu hal yang ga terelakkan bagi gw, walau ga masuk akal sebetulnya jika cita-cita setiap orang dibanding-bandingkan. Lha, tiap orang itu punya karakter yang berbeda dan seharusnya ga dibandingkan tohh??
Kesimpulannya: Gw bilang impian gw itu muluk-muluk!
gw pengen merantau ke luar negeri untuk melihat ada apa aja sih di luar sana, sementara itu gw yakin banyak banget orang di luar daerah sana cukup puas ingin mencari penghidupan yang layak dengan ke merantau Jakarta.
sementara orang di luar daerah sana pengen jadi satpam, nha gw malah pengen jadi produser film.
gw berandai-andai nih, klo aja gw lahir di daerah misalnya di Kabupaten Bulukumba (Sulawesi Selatan)....
Apa iya gw punya impian semuluk gw sekarang?
Apa iya gw bakal sampai ke tahap pemikiran: gw tidak menghambakan serta hidup untuk mengejar uang, tapi gw ingin menghasilkan suatu karya yang akan dikenang orang.
Apa iya gw bakal mengenyam pendidikan yang luar biasa layak di Bandung?
serta beragam pertanyaan "Apa Iya" yang lainnya.
hidup menawarkan berbagai macam cerita yang nampaknya tidak kalah absurd dibandingkan dengan film Eraserhead yang luar biasa absurd.
hidup menawarkan peluang demi peluang yang mesti gw putuskan untuk mengambil atau tidak mengambilnya.
hidup menawarkan sebuah konsep kepercayaan yang bermuara pada agungnya kuasa Tuhan dan juga menawarkan sebuah konsep nihilistik.
Terlepas dari tawaran apapun yang nampak dalam hidup ini, satu hal yang pasti semua tawaran itu pada akhirnya merupakan suatu manifestasi dari adanya suatu impian yang hidup dalam pikiran kita.
menyebut 3 pengalaman pribadi:
"Apa jadinya jika gw tidak mengambil peluang untuk masuk kuliah di ITB lalu saya tidak mengambil peluang untuk menonton film Memento, apakah gw akan mempunyai impian untuk bekerja di industri film?"
"Apa jadinya jika gw mengambil peluang untuk tidur lebih cepat pada tahun 1996 sehingga gw tidak akan menonton final FA Cup antara MU vs Liverpool, apakah gw akan mempunyai impian untuk menonton MU di Old Trafford?"
"Apa jadinya kalau dulu gw gak mengambil peluang untuk mendengar lagu Attack dari 30 Seconds To Mars ketika gw lagi galau, apakah gw akan mengenal visi serta ide secara menyeluruh dari 30 Seconds To Mars yang sekarang ini masuk ke dalam hati gw serta membantu gw untuk tetap kuat mengejar impian?
Impian itu akan selalu ada merasuki pemikiran serta lubuk hati yang terdalam.
gw hanya bisa menutup tulisan ini dengan pertanyaan serta pertanyaan lainnya...
Lalu apakah kita akan berusaha mendapatkan impian itu? berusaha sekeras apa supaya kita bisa sampai ke tahap menjalani impian tersebut? Apakah gw ini terlalu naif dalam memandang "impian"? Apakah gw ini terlalu polos & terlalu kekanakan dalam memandang "impian"?
Pertanyaan-pertanyaan gw ini mungkin akan terjawab suatu saat nanti klo gw udah pergi dari dunia ini.
Satu hal yang pasti ketika impian itu dapat gw wujudkan, ada semangat berbeda yang muncul dari dalam diri gw. Ada gairah yang belum pernah gw rasakan mengalir dalam hidup ini, seakan-akan memberi tahu gw "1 sudah lo wujudkan, lo pengen wujudkan yang lainnya kan untuk merasakan gairah yang sama kayak sekarang?"
semua cerita ini bermula karena adanya
Impian.
09 Juni 2011
30 Seconds To Mars. The Kill.
What if I wanted to break
Laugh it all off in your face
What would you do?
What if I fell to the floor
Couldn't take this anymore
What would you do do do?
Come break me down
Bury me, bury me
I am finished with you!
What if I wanted to fight
Beg for the rest of my life
What would you do (do do)
You say you wanted more
What are you waiting for?
I'm not running from you...
Come break me down
Bury me, bury me
I am finished with you
Look in my eyes
You're killing me, killing me
All I wanted was you!!!
I tried to be someone else...
But nothing seemed to change
I know now this is who I really am inside
Finally found myself
Fighting for a chance
I know now this is who I really am
Ohhh haaaa
Ohhh hoooo
Ohhh haaaa
Come break me down
Bury me, bury me
I am finished with you you you
Look in my eyes
You're killing me, killing me
All I wanted was you
Come break me down
Break me down
Break me down
(You say you wanted more)
What if I wanted to break
(What are you waiting for)
(Bury me, bury me)
(I'm not running from you)
What if I, What if I
What if I, What if I
(Bury me, bury me)
Laugh it all off in your face
What would you do?
What if I fell to the floor
Couldn't take this anymore
What would you do do do?
Come break me down
Bury me, bury me
I am finished with you!
What if I wanted to fight
Beg for the rest of my life
What would you do (do do)
You say you wanted more
What are you waiting for?
I'm not running from you...
Come break me down
Bury me, bury me
I am finished with you
Look in my eyes
You're killing me, killing me
All I wanted was you!!!
I tried to be someone else...
But nothing seemed to change
I know now this is who I really am inside
Finally found myself
Fighting for a chance
I know now this is who I really am
Ohhh haaaa
Ohhh hoooo
Ohhh haaaa
Come break me down
Bury me, bury me
I am finished with you you you
Look in my eyes
You're killing me, killing me
All I wanted was you
Come break me down
Break me down
Break me down
(You say you wanted more)
What if I wanted to break
(What are you waiting for)
(Bury me, bury me)
(I'm not running from you)
What if I, What if I
What if I, What if I
(Bury me, bury me)
==============================================
Setelah mendengarkan lagu "ATTACK" yang demikian emosional maknanya bagi gw *ehem*, tentu gw semakin tertarik mendengarkan lagu-lagu Mars yang lain. Jika 1 lagu Attack saja sudah membuat gw suka dengan Mars, lalu bagaimana dengan lagu-lagu lainnya? Apakah Mars ini hanya band tipikal one-hit wonder? Ternyata tidak dan single "THE KILL" ini telah membuat gw jatuh cinta pada Mars.
Peristiwa menarik tentang lagu ini di akhir tahun 2009: 1 botol besar Heineken, chatting secara acak dengan beberapa sahabat, dan lagu ini terus saya ulang-ulang selama kurang lebih 5 jam. Hasilnya, lagu THE KILL telah merasuki jiwa saya. Setelah mendengar Attack, gw hanyalah suka terhadap lagunya saja dan tidak lebih dari itu. Tetapi setelah mendengar THE KILL, gw menjadi jatuh cinta dengan Mars. Gw jatuh cinta dengan cara Mars menuliskan lirik dan kemudian menyematkan permainan gitar di dalamnya yang mampu membangkitkan mood untuk melepaskan kemarahan gw di dalam hati. Dengan tambahan pengaruh dari Heineken, maka sulit bagi gw melupakan hari yang luar biasa ketika The Kill berhasil menyentuh relung hati gw yang hancur kala itu.
Awalnya gw menginterpretasikan lirik lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang berbicara kepada kepada kekasihnya tentang relasi mereka. Tentang suatu relasi yang sudah mencapai titik jenuh dimana seseorang ini merasa sudah letih dengan hubungan dia dan kekasihnya, akan tetapi seseorang ini sudah berusaha sangat-sangat keras untuk menjadi sosok yang diinginkan kekasihnya walau situasi di antara mereka ternyata tidak berubah. Well, setelah memahami lebih dalam tentang lirik lagu ini, membaca interpretasi dari orang-orang lain, serta melihat konsep dari video klip lagu ini, The Kill lebih dari sekedar lagu yang berbicara tentang relasi antar sepasang kekasih.
Makna lagu ini adalah tentang pemenangan terhadap diri sendiri.
Tentang "menjadi diri sendiri".
Lagu ini memberikan pesan yang dalam mengenai sejauh apapun kamu ingin berusaha menjadi sesosok yang berbeda, pada akhirnya sesosok itu hanyalah manifestasi kamu dari sosok yang sebenarnya tidak kamu inginkan tetapi orang lain inginkan. Mars berteriak kepada kamu, bahwa inilah diri kita yang sesungguhnya.
Esensi dari lirik lagu ini pada akhirnya semakin jelas.
Menerima diri ini sendiri bagi sebagian orang adalah hal yang sulit, apalagi ketika kita telah mengalami hal-hal yang sulit diterima oleh akal kita sehingga membuat kita berusaha bertindak "menjadi sosok yang lain". Tetapi lagu ini menawarkan "cara" bagi diri ini untuk ikhlas menerima segalanya. Ihklas untuk meneriakkan kegelisahan kita untuk membunuh perasaan marah yang tidak tentu arah.
The Kill pada akhirnya telah menjadi kontemplasi bagi diri saya pribadi.
Telah membuat saya empati terhadap sisi emosional dari Jared Leto yang telah mengarang lagu ini.
Terutama, telah membuat saya mempunyai cara baru untuk self-healing ketika saya merasa telah menjadi sosok yang berbeda dan hal ini memancing kemarahan dari lubuk hati saya yang tidak bisa menerima hal ini.
Please Enjoy, THE KILL.
Trivia:
Konsep video klip lagu THE KILL, terinspirasi dari film THE SHINING (1980) karya Stanley Kubrick. Bagi kamu yang dapat memahami perasaan tokoh yang diperankan Jack Nicholson di film tersebut, kamu mungkin saja bisa menangkap korelasi dari perasaan tokoh tersebut dengan lirik lagu ini sendiri. :)
07 Juni 2011
30 Seconds To Mars. Attack.
I won't suffer, be broken
Get tired or wasted
Surrender to nothing
Or give up what I started
And stop this
From end to beginning
A new day is coming
And I am finally FREE!!!
Run away, run away
I'll ATTACK
Run away, run away
Go change yourself
Run away, run away
I'll attack, I'll attack, I'll attack
I would've kept you forever
But we had to sever
It ended for both of us
Faster than a . . .
Kill off this thinking
It's starting to sink in
I'm losing control now
Without you I can finally SEE!!!
Run away, run away
I'll attack
Run away, run away
Go change yourself
Run away, run away
I'll attack, I'll attack, I'll attack
Your PROMISES
They look like LIES!
Your honesty
Like a back that hides a knife
I promise you
I promise you...
I am finally FREE!!!
Run away, run away
I'll attack
Run away, run away
Go change yourself
Run away, run away
I'll attack, I'll attack, I'll attack
Get tired or wasted
Surrender to nothing
Or give up what I started
And stop this
From end to beginning
A new day is coming
And I am finally FREE!!!
Run away, run away
I'll ATTACK
Run away, run away
Go change yourself
Run away, run away
I'll attack, I'll attack, I'll attack
I would've kept you forever
But we had to sever
It ended for both of us
Faster than a . . .
Kill off this thinking
It's starting to sink in
I'm losing control now
Without you I can finally SEE!!!
Run away, run away
I'll attack
Run away, run away
Go change yourself
Run away, run away
I'll attack, I'll attack, I'll attack
Your PROMISES
They look like LIES!
Your honesty
Like a back that hides a knife
I promise you
I promise you...
I am finally FREE!!!
Run away, run away
I'll attack
Run away, run away
Go change yourself
Run away, run away
I'll attack, I'll attack, I'll attack
=============================================
Lagu ini serta video klip-nya tersembunyi di antara banyak file-file hiburan yang dihibahkan oleh Tendy Saktyaji ke komputer gw. Lagu ini merupakan tembang yang mengantarkan saya berkenalan dengan 30 Seconds To Mars. Kekuatan lagu ini terdapat pada liriknya. Sangat lugas. Interpretasi untuk lagu ini sendiri cukup personal bagi gw.
Ketika kamu marah, ketika kamu sudah mengucapkan janji dengan seseorang, ketika kamu sudah melakukan segala hal sesuai dengan apa yang kamu harapkan pada diri kamu sendiri dan seseorang, akan tetapi pada saat yang sama seseorang tersebut justru melanggar serta merubah janji yang sudah diucapkan bersama...
Maka lagu ini adalah sebuah teriakan lantang tentang pembebasan serta serangan balik secara emosional kepada seseorang tersebut.
Ya, saya menulis ini dengan emosional...
Lagu ini gw putar terus ketika saya ingin meluapkan rasa kesal gw. Bisa dibilang, lagu ini merupakan salah satu menu terapi wajib ketika gw merasa lingkungan dan mood gw sudah terlalu represif menekan persendian hati gw yang makin mengeras dalam menghadapi pikiran-pikiran yang ngebunuh gw.
Video klip dari lagu ini juga sangat berani. Di sebuah bangunan yang ditelantarkan kemudian di-set sedemikian rupa sehingga Jared, Tomo, Shannon, Matt (bassist Mars ketika itu) dapat menumpahkan mood mereka terhadap lagu ini, serta interpretasi dari sutradara video klip dengan memasukkan unsur wanita yang secara seronok dengan tatapan yang serasa ingin memakan kamu serta berusaha untuk menseduksi Jared. Terdapat pula pesan yang ditampilkan secara cepat melalui SFX di beberapa bagian dari video klip yang diproduksi dengan teknik lighting yang super keren ini!
ATTACK, merupakan sebuah pengantar yang secara emosional menjadi sebuah tembang yang mampu mengingatkan, memarahi, serta menyemangati gw sebelum pada akhirnya gw mengenal Mars lebih jauh lagi.
Lagu yang menyentuh emosional saya secara mendalam. Sebuah lagu yang sempurna untuk didengar & dinyanyikan ketika hati kamu penuh dengan rasa kemarahan.
ATTACK
Written by Jared Leto
Published by Apocraphex Music (ASCAP)
Produced by Josh Abraham and 30 Seconds to Mars
Engineered by Ryan Williams
Label:
30 Seconds To Mars,
A Beautiful Lie,
ATTACK,
review,
video musik
30 Seconds To Mars. Prologue.
Ini bakal jadi bagian awal tulisan gw tentang 30 Seconds To Mars.
Entah akan sampai berapa kali gw akan menulis tentang mereka.
Sampai mereka terus memberikan inspirasi ke gw,
gw akan selalu mencoba menulis tentang mereka di blog ini.
Pada tulisan ini, saya akan menuliskan pengalaman awal saya berkenalan dengan musik mereka.
enjoy :-)
=================================================
bertebaran dimana-mana, nampak tidak jelas, dan tidak pernah gw perhatikan.
file-file 30 Seconds To Mars pada awalnya hanya tersimpan di hard-disk komputer desktop gw di sekitar tahun 2006 akhir - 2007 awal. Hanya ada 2 file yang tersimpan ketika itu. File .mp3 dari lagu "Attack" & File video klip "Attack" unduhan dari YouTube. Gw ingat ketika bulan puasa tahun 2006, gw baru saja mendapat komputer baru untuk keperluankuliah & entertainment!
Atas nama hiburan, maka saya undang kawan saya Tendy Saktyaji untuk bertandang ke kosan ketika saya baru saja membawa komputer dari rumah. Tendy ketika itu langsung melimpahkan banyak sekali file hiburan, baik dari hiburan untuk kenikmatan pribadi (cukup jelas) dan juga hiburan berupa film dan musik (dari yang jelas ampe yang kagak jelas). Dan terseliplah lagu & video klip 30 Seconds To Mars berjudul "ATTACK". And the rest is history...
Berlebihan mode: on.. hahaha
Awalnya saya berpikir 30 Seconds To Mars ini paling hanyalah band emo lainnya yang meramaikan belantika musik dunia. Tidak lebih dari itu.
Sampai pada akhirnya saya mendengar sebagian besar lagu mereka dari 3 album yang sudah mereka rilis ("30 Seconds To Mars" 2002, "A Beautiful Lie" 2005, & "This Is War" 2009), meresapi makna dari lirik yang mereka nyanyikan, bergumul dengan perjalanan hidup yang membuat saya berpikir kelam, kemudian merefleksikan balik ini semua ke dalam lagu-lagu yang dinyanyikan 30 Seconds To Mars. Sebagian besar lirik yang ditulis oleh mereka menjadi sangat masuk akal bagi saya. 30 Seconds To Mars mengajarkan saya untuk jujur dalam mengutarakan perasaan hati saya. Musik mereka diterima dengan baik oleh kuping saya ini. Dimulai dari lagu "Attack" - "The Kill" - "From Yesterday" - "A Beautiful Lie" - "The Story" (semua lagu ini terdapat di album kedua 30 Seconds To Mars "A Beautiful Lie") saya berkenalan secara mendalam dengan band ini.
Berbicara 30 Seconds To Mars, tidak bisa dipungkiri maka akan bersinonim dengan Jared Leto. Dia adalah nyawa dari Mars. Tanpa bermaksud meniadakan peran dari penggebuk drum Shannon Leto (notabene kakak dari Jared) & Tomo Milicevic sebagai gitaris, visi seorang Jared Leto-lah yang telah membawa Mars menjadi sebuah band cult yang memiliki fan-base yang rela mendevosikan waktu mereka untuk mempopulerkan Mars kemana saja, dimana saja, dengan cara yang luar biasa kreatif. Bagi saya, Jared Leto berhasil menjadi seorang aktor dengan karir lumayan cerah, menjadi musisi dengan karir yang brilliant, dan dia berhasil menjadi manusia yang jujur serta bekerja ama keras untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Ya, Leto bekerja sangat keras untuk menunjukkan kepada dunia kalau dia bukanlah seorang aktor dengan modal tampang kemudian 'aji mumpung' menjadi penyanyi. Jared Leto lebih dari itu. Dia sudah menjadi sumber inspirasi tersendiri.
Well, akan bakal lebih panjang lebar lagi klo mau komentarin 30 Seconds To Mars secara global. Pada tulisan-tulisan berikutnya, gw akan mengutarakan pendapat-pendapat gw dari tiap lagu 30 Seconds To Mars yang gw sering dengarkan. Kalau kamu masih mau membaca keterangan lebih lengkap lagi tentang 30 Seconds To Mars, silakan buka laman berikut ini:
http://thirtysecondstomars.thisisthehive.net/blog/ --> laman resmi 30 Seconds To Mars
http://en.wikipedia.org/wiki/30_Seconds_to_Mars --> informasi umum dari wikipedia
Terakhir dari gw: Akhirnya gw bisa mempunyai keterikatan ama suatu band musik sehingga gw bisa berkata "musik mereka itu gw banget!". Ya, semua ini karena 30 Seconds To Mars.
Entah akan sampai berapa kali gw akan menulis tentang mereka.
Sampai mereka terus memberikan inspirasi ke gw,
gw akan selalu mencoba menulis tentang mereka di blog ini.
Pada tulisan ini, saya akan menuliskan pengalaman awal saya berkenalan dengan musik mereka.
enjoy :-)
=================================================
bertebaran dimana-mana, nampak tidak jelas, dan tidak pernah gw perhatikan.
file-file 30 Seconds To Mars pada awalnya hanya tersimpan di hard-disk komputer desktop gw di sekitar tahun 2006 akhir - 2007 awal. Hanya ada 2 file yang tersimpan ketika itu. File .mp3 dari lagu "Attack" & File video klip "Attack" unduhan dari YouTube. Gw ingat ketika bulan puasa tahun 2006, gw baru saja mendapat komputer baru untuk keperluan
Atas nama hiburan, maka saya undang kawan saya Tendy Saktyaji untuk bertandang ke kosan ketika saya baru saja membawa komputer dari rumah. Tendy ketika itu langsung melimpahkan banyak sekali file hiburan, baik dari hiburan untuk kenikmatan pribadi (cukup jelas) dan juga hiburan berupa film dan musik (dari yang jelas ampe yang kagak jelas). Dan terseliplah lagu & video klip 30 Seconds To Mars berjudul "ATTACK". And the rest is history...
Berlebihan mode: on.. hahaha
Awalnya saya berpikir 30 Seconds To Mars ini paling hanyalah band emo lainnya yang meramaikan belantika musik dunia. Tidak lebih dari itu.
Sampai pada akhirnya saya mendengar sebagian besar lagu mereka dari 3 album yang sudah mereka rilis ("30 Seconds To Mars" 2002, "A Beautiful Lie" 2005, & "This Is War" 2009), meresapi makna dari lirik yang mereka nyanyikan, bergumul dengan perjalanan hidup yang membuat saya berpikir kelam, kemudian merefleksikan balik ini semua ke dalam lagu-lagu yang dinyanyikan 30 Seconds To Mars. Sebagian besar lirik yang ditulis oleh mereka menjadi sangat masuk akal bagi saya. 30 Seconds To Mars mengajarkan saya untuk jujur dalam mengutarakan perasaan hati saya. Musik mereka diterima dengan baik oleh kuping saya ini. Dimulai dari lagu "Attack" - "The Kill" - "From Yesterday" - "A Beautiful Lie" - "The Story" (semua lagu ini terdapat di album kedua 30 Seconds To Mars "A Beautiful Lie") saya berkenalan secara mendalam dengan band ini.
Berbicara 30 Seconds To Mars, tidak bisa dipungkiri maka akan bersinonim dengan Jared Leto. Dia adalah nyawa dari Mars. Tanpa bermaksud meniadakan peran dari penggebuk drum Shannon Leto (notabene kakak dari Jared) & Tomo Milicevic sebagai gitaris, visi seorang Jared Leto-lah yang telah membawa Mars menjadi sebuah band cult yang memiliki fan-base yang rela mendevosikan waktu mereka untuk mempopulerkan Mars kemana saja, dimana saja, dengan cara yang luar biasa kreatif. Bagi saya, Jared Leto berhasil menjadi seorang aktor dengan karir lumayan cerah, menjadi musisi dengan karir yang brilliant, dan dia berhasil menjadi manusia yang jujur serta bekerja ama keras untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Ya, Leto bekerja sangat keras untuk menunjukkan kepada dunia kalau dia bukanlah seorang aktor dengan modal tampang kemudian 'aji mumpung' menjadi penyanyi. Jared Leto lebih dari itu. Dia sudah menjadi sumber inspirasi tersendiri.
Well, akan bakal lebih panjang lebar lagi klo mau komentarin 30 Seconds To Mars secara global. Pada tulisan-tulisan berikutnya, gw akan mengutarakan pendapat-pendapat gw dari tiap lagu 30 Seconds To Mars yang gw sering dengarkan. Kalau kamu masih mau membaca keterangan lebih lengkap lagi tentang 30 Seconds To Mars, silakan buka laman berikut ini:
http://thirtysecondstomars.thisisthehive.net/blog/ --> laman resmi 30 Seconds To Mars
http://en.wikipedia.org/wiki/30_Seconds_to_Mars --> informasi umum dari wikipedia
Terakhir dari gw: Akhirnya gw bisa mempunyai keterikatan ama suatu band musik sehingga gw bisa berkata "musik mereka itu gw banget!". Ya, semua ini karena 30 Seconds To Mars.
Label:
30 Seconds To Mars,
Band Keren,
Curahan Hati,
konser musik
Langganan:
Postingan (Atom)