19 April 2011

Words Are Trivial

The worst feeling isn't being lonely...
It's being forgotten by someone you would never forget...

I will never regret you or say I wished I'd never met you,
because once upon a time you were everything I wanted and needed...

Words...
Like Violence...
Words...
Are Very Unnecessary...
They Can Only Do Harm...

terinspirasi dari @SexCigarsBooze & Depeche Mode

15 April 2011

per la ragazza che era nato ad Avignone

Ti ho deluso o abbandonato?
Dovrei sentirmi in colpa,
o lasciare che i guidi mi guardino male?
Perche ho visto la fine, prima che iniziassimo
Si, ho visto che eri cieca e sapevo di aver vinto
Quindi ho preso quel che era mio per diritto divino
ho preso la tua anima durante la notte
Potrebbe essere finita
ma non finira li, sono qui per te...
se tu solo tene importassi

Hai toccato il mio cuore,
Hai toccato la mi anima
Hai cambiato la mia vita e tutti i miei obiettivi
L'amore è cieco e mene son accorto quando...
Il mio cuore era accecato da te...
Ho baciato le tue labbra
stretto a me la tua testa
Ho visto con  te i tuoi sogni ed il tuo letto
Ti conosco bene, conosco il tuo profumo
Sono diventato parte di te...

Addio amore mio...
Addio amica mia...
sei stata l'unica, stata l'unica per me...

Sono un sognatore, ma quando mi sveglio
non puoi spezzare il mio spirito,
sono i miei sogni che porti con te
E visto che stai andando via
Ricordati di me...
Ricordati di NOI...
e di quello che eravamo.

Ti ho visto piangere
Ti ho visto sorridere
Ti ho guardata un po mentre dormivi
Sarei stato il padre dei tuoi figli
avrei passato la vita accanto a te...
Conosco le tue paure e tu conosci le mie,
abbiamo avuto dei dubbi ma adesso stiamo bene,
E TI AMO, GIURO CHE è VERO...
Non Posso Vivere SENZA TE...

Addio amore mio...
Addio amica mia...
sei stata l'unica, stata l'unica per me...

Ed io ancora stringo la tua mano nella mia...
Nella mia quando dormo...
E sopportero la mia anima del tempo
mentre mi inginocchiero ai tuoi piedi...

Addio amore mio...
Addio amica mia...
sei stata l'unica, stata l'unica per me...

Sono cosi vuoto tesoro...
cosi vuoto
sono cosi
cosi
sono cosi vuoto...

04 Maret 2011

Film Barat yang Besar Pengaruhnya Untuk Saya (3)

(lanjutan dari bagian 1) & (lanjutan dari bagian 2)

10. 12 Angry Men (1957) director: Sidney Lumet


Apa Pengaruhnya Untuk Saya?

  •  Pertama kali mengetahui adanya film ini karena film ini ada di 10 besar IMDb Top 250 Movies di medio tahun 2009. Tampaknya di kemudian hari pada tahun 2009 juga, saya mendapatkan file film ini lagi-lagi dari kawan saya: Alfie Zairul. haha. Saya menonton film ini berdua dengan kawan saya Ikra di kosan saya. Tentu tidak terjadi hal yang "diinginkan" diantara kami berdua ketika itu. Haha.
  • Tidak ada ide sama sekali dalam pikiran saya ketika memulai menonton film. Saya tidak tahu film ini akan menceritakan tentang apa, tapi saya sangat penasaran mengapa film yang usianya sekarang sudah lebih dari 1/2 abad ini bisa tetap bertahan di urutan atas IMDb Top 250 Movies?
  • Setelah menyelesaikan menonton film ini, saya bisa mengatakan dengan tegas: FILM INI SANGAT BRILIAN! Mayoritas scene HANYA diambil di dalam 1 ruangan saja (ruangan juri)! Film ini menawarkan dialog yang amat sangat Jenius dan benar-benar mencapai klimaks ketika akhirnya 12 juri karakter di film ini mampu seia sekata untuk mengambil keputusan mengenai hidup/mati seorang terdakwa yang masih bau kencur.
  • Pengaruh paling besar: Membuat film yang brilian dengan biaya seminimal mungkin itu sangatlah dapat diwujudkan, asalkan dibarengi dengan otak yang luar biasa kreatif untuk merancang screenplay serta drama yang believeable layaknya film ini.
  • Catatan Khusus: Ketika mendekati klimaks di film ini, tiba-tiba ada goncangan yang besar di kamar kosan saya di Cisitu, Bandung akibat gempa bumi yang berpusat di Tasikmalaya. Getaran akibat gempa tersebut sangat kencang, (diketahui kemudian gempa berkuatan 7.3 SR) bahkan kamar kos saya yang terletak di lantai 2 sampai bergoyang-goyang ke kiri dan ke kanan dengan kecepatan tinggi. Tapi saya dan Ikra malah tidak bergeming, tetap duduk manis melanjutkan menonton di laptop. Ketika kawan yang tinggal di samping kamar saya, Redayusa, lari terbirit-birit mengahampiri kamar saya dan menghardik kami "Eh ini gempa, kalian koq ga turun?", barulah saya dan Ikra kemudian saling berpandangan (kemudian saling menatap mata, lalu berciuman mesra) lalu segera mengambil langkah 1000 untuk turun ke bawah mencari tempat yang aman. Kami sepakat ketika itu jikalau waktu itu nyawa kami tercabut, kami tidak akan menyesal karena di akhir hayat kami, kami telah menonton sebuah film yang sangat luar biasa. Sungguh pemikiran naif yang membuat ketika saya berpikir sekarang jika saja saya bisa balik ke masa tersebut, mungkin saya sudah memberikan jurus DDT layaknya pegulat WWE kepada diri saya sendiri ketika itu & juga Ikra tentunya sebagai tanda betapa dungu dan pendek sekali pikiran kami ketika itu.


11. Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004) director: Michel Gondry
 Apa Pengarunya Untuk Saya?
  • Pertama kali menyadari ada film ini ketika tahun 2004, saya tahu film ini diputar di bioskop-bioskop di Jakarta. Tentu saja ketika itu saya aware akan film ini karena keberadaan Jim Carrey. Sudah semenjak era Ace Ventura: Pet Detective saya kagum ama aktor tersebut sehingga beliau menjadi alasan saya tertarik untuk menonton film ini, hal yang akhirnya terwujud di awal tahun 2005 ketika film ini sudah dapat disewa di Video Ezy.
  • Pertama kali selesai menonton film ini, perasaan saya datar-datar saja. Apa yang spesial dari film ini bagi saya yang ketika tahun 2005 itu "baru" berusia 17 tahun? Oh hanya kisah patah hati belaka, kata saya ketika itu. Di kemudian hari ketika saya beranjak makin dewasa *ehem* ketika saya sudah menonton film ini untuk yang ke-2, ke-3,... ke-sekian kali, saya baru menyadari betapa perihnya drama yang terjadi di film ini. Getir. Pilu. Galau. Mungkin juga beberapa kata-kata lagi yang dapat mewakilkan perasaan saya terhadap relasi Jim Carrey & Kate Winslet di kisah cinta yang tragis pun juga romantis ini.
  • Pesan moral untuk saya pribadi: Tidak ada yang namanya Lacuna Inc. di dalam kehidupan nyata. Saya tidak akan pernah bisa lari dari kenyataan dengan menghapus ingatan saya walaupun besar sekali keinginan saya untuk menghapus banyak sekali hal. Apakah klise? Tentu saja. Tetapi perjuangan untuk menghadapi problema kehidupan itulah seni kehidupan yang saya sendiri masih terlalu muda untuk bisa menarik kesimpulan dari hal-hal negatif yang pernah saya alami.

12. Mr. Nobody (2009) director: Jaco Van Dormael




Apa Pengaruhnya Untuk Saya?

  • Pertama kali tahu ada film ini di tahun 2009 di IMDb.com, karena saya adalah pengagum berat Jared Leto. Di lain waktu saya akan menerbitkan tulisan di blog ini, kenapa saya bisa kagum dengan beliau. Nah, tentang ikhwal menonton film ini sendiri, di sekitar bulan April-Mei 2010 saya membaca sebuah tulisan di kompasiana dimana penulisnya membuat sebuah puisi yang terinspirasi dari kisah film ini. Kemudian saya tanyakan kepada penulisnya, dimanakah dia mendapatkan film ini? Ternyata sudah bisa didapatkan di penjual DVD-DVD bajakan di tempat terdekat... Dan akhirnya saya mendapatkan film ini Poins Square, Lebak Bulus.
  • Jared Leto bermain dengan brilian di film ini (memuji dengan subyektif banget, haha)
  • Esensi dari kisah Mr. Nobody ini bagi saya  yang terdalam adalah pernyataan: "You have to make the right choice. As long as you don't choose, everything remains possible." dan layaknya pesan dari film The Butterfly Effect; WHAT IF?
  • Tipikal film yang membuat saya menjadi berhati-hati (baca: kebanyakan mikir) buat ngambil keputusan dan kemungkinan konsekuensi-konsekuensi yang didapat setelah saya mengambil keputusan tersebut. Walau pada akhirnya saya tetap saja tidak terlalu banyak berpikir dalam mengambil keputusan dan tidak siap menghadapi suatu konsekuensi yang terjadi :hammer:

13. Revolutionary Road (2008) director: Sam Mendes




Apa Pengaruhnya Untuk Saya?
  • Sebenarnya ini salah satu film yang pada awalnya saya tidak terlalu bersemangat untuk menontonnya. Okelah saya tahu film ini membuat Kate Winslet mendapatkan Golden Globe untuk Best Performance by an Actress in a Motion Picture - Drama. Ada Leo Di Caprio juga di film ini. Tapi apakah saya perlu meluangkan waktu untuk menontonnya? Akhirnya awal tahun 2010 saya berkesempatan juga untuk menonton film ini yang ternyata ada di Hard Disk External saya (mungkin, file film ini juga didapatkan dari Alfie? hehe). Niat menonton ketika itu hanya untuk mengisi waktu luang saja.
  • Drama tentang kehidupan pasangan suami istri yang terdistraksi karena perubahan sikap dari April (Kate Winslet) & Frank (Leo Di Caprio) seiring dengan bertambahnya usia perkawinan mereka. Rasa cinta dan kenyamanan yang nampak dalam hubungan mereka ketika baru pertama kali berkenalan hingga menikah, akhirnya bertolak belakang menjadi perasaan gundah serta kebingungan dalam menghadapi keadaan menggoyahkan perasaan mereka dalam menjalani bahtera rumah tangga bertahun-tahun kemudian. Film yang pesannya sangat dalam bagi pasangan yang dimabuk asmara.
  • Suatu saat nanti ketika saya memutuskan untuk menikah, saya harus menonton film ini lagi bersama pasangan saya. Banyak pesan yang bisa diambil di film ini dari sudut pandang pria & wanita dalam menghadapai problema rumah tangga yang pasti akan terjadi nanti.


14. Star Wars HEXALOGY


Apa Pengaruhnya Untuk Saya?
  • Star Wars rasanya sudah saya ketahui semenjak saya SD. Seingat saya dalam rangka 30 tahun Star Wars, tahun 1977 film Episode 4, 5, & 6 ditayangkan lagi versi terbarunya di bioskop-bioskop Indonesia. Nama-nama seperti Luke Skywalker, Leia Organa, Darth Vader, Han Solo, R2-D2 juga mulai akrab di telingan saya ketika itu. Di salah satu cerita komik Doraemon yang saya baca ketika SD, juga ada kisah yang plotnya mengambil cerita episode 4. Jadi perkenalan saya dengan kultur Star Wars sebenarnya sudah dari SD, akan tetapi pertama kali menonton semua filmnya itu ketika SMA kelas 3 karena pengaruh sangat besar dari sobat saya: Deva Satria
  • Pengaruh paling besar: Filosofi hidup Jedi. Kuotasi-kuotasi seperti "May The Force Be With You", "I Am Your Father", dll. Nampaknya budaya Star Wars sudah menyatu sama pola pikir saya. Film ini secara tidak saya sadari maupun beberapa hal saya sadari, berhasil mempengaruhi konsep diri saya dalam memandang kehidupan.
  • Film besar dengan pengaruh yang besar bagi diri saya. Walaupun sebenarnya pandangan saya terhadap 6 film Star Wars itu sendiri justru biasa-biasa saja, karena saya adalah generasi kedua yang menonton Star Wars di era millenium. Tapi yang membuat suatu film itu hebat adalah ketika film itu terus dibicarakan walau sudah puluhan tahun diproduksi, serta film tersebut mampu menjadi sebuah produk budaya. Itulah Star Wars: Terus (dan akan terus diperbincangkan) & resmi menjadi budaya dunia :)

===================================================
Akhirnya, 14 film yang sangat besar pengaruhnya sudah saya jabarkan dalam 3 bagian tulisan yang terpisah. Mungkin jika Anda menyukai ataupun juga terpengaruh dari salah satu bahkan semua film yang telah saya jabarkan, Anda dapat memberi komentar mengenai film-film mana saja yang juga pernah mempengaruhi Anda.

Atau Anda ingin memberikan rekomendasi film-film untuk saya saksikan dengan melihat pilihan film-film saya? Silakan berikan tanggapan Anda di komentar ;)

Terima Kasih sudah menyempatkan membaca tulisan saya ini. Sampai berjumpa di tulisan saya berikutnya. Ciao!

01 Maret 2011

Film Barat yang Besar Pengaruhnya Untuk Saya (2)

(lanjutan dari bagian 1)

4. Shawshank Redemption (1994) director: Frank Darabont
Apa Pengaruh Untuk Saya?
  • Pertama kali mengenal film ini sekitar akhir tahun 2006, saat saya mulai akrab mengakses imdb.com. Ketika itu film ini menempati urutan ke 2 dari IMDbTop 250 Movies dibawah film The Godfather. Lalu sekitar tahun 2008, film ini entah mengapa bisa saya dapatkan file-nya. Saya hanya mengira ini drama kegetiran tentang seseorang yang dipenjara karena tuduhan palsu saja dan akan berakhir dengan buruk. Tapi ternyata, film ini menawarkan twist ending yang jenius!
  • Seperti perkataan tokoh Andy Dufresne di film ini "Hope Can Set You Free", seperti inilah pemikiran saya ketika menghadapi situasi kehidupan yang kalut. Dengan berpengharapan, saya dapat membebaskan diri saya dan berani untuk keluar dari zona nyaman dalam mengambil keputusan.

5. (500) Days of Summer (2009) director: Marc Webb

 Apa Pengaruh Untuk Saya?
  • Pertama kali mengetahui film ini dari tayangan VIP ACCESS di kanal televisi berbayar STAR MOVIES di akhir tahun 2009. Saya langsung tertarik dengan sinopsis ceritanya dan juga komentar dari Zooey Deschanel selaku aktris utama di film ini. Dia berkata bahwa film ini "sangat subyektif menceritakan pandangan pria di kala sedang putus dari kekasihnya". Akhirnya di awal tahun 2010 saya mendapatkan file film ini. 
  • Saya jatuh cinta dengan gaya penceritraan yang mengisahkan film ini secara non-linear serta memperlihatkan mood tokoh utama yang naik turun dengan apik, saya jatuh cinta dengan karakter Tom Hansen (Joseph Gordon-Levitt) & Summer Finn (Zooey Deschanel), saya jatuh cinta dengan Original Soundtrack (OST) di film ini, tapi saya TIDAK jatuh cinta dengan cara Summer memperlakukan Tom.
  • Pengaruh paling besar: film ini dapat menjadi semacam antidote bagi saya pribadi dalam menyikapi kisah cinta saya yang kandas. Summer sudah lewat, mudah-mudahan akan ada Autumn, dll :)
  • Loneliness is Underrated....
6. Donnie Darko (2001) director: Richard Kelly

 Apa Pengaruh Untuk Saya?
  • Pertama kali mengetahui film ini lagi-lagi karena Alfie Zairul. Sepertinya pada tahun 2006 sebelum saya akhirnya pindah ke kosan yang sama dengan Alfie, saya pernah main-main ke kamarnya. Ketika itu di tumpukan DVD koleksi Alfie, saya melihat ada film ini dan Alfie bilang ini film yang bagus dan ternyata rating di imdb.com cukup tinggi untuk film ini dan termasuk dalam IMDb Top 250 Movies. Akhirnya saya sendiri baru berkesempatan menonton pada tahun 2009.
  • Adegan konklusi cerita yang tragis dibarengi dengan lagu "Mad World" yang dinyanyikan oleh Gary Jules. Merangkum semua perasaan gundah gulana dalam diri saya yang sedari lahir sudah melankolis ini :'). Saya bisa merasakan perasaan Donnie yang terasing dari lingkungannya dan mencoba berontak melawan keadaan di sekitarnya.
  • Membuat saya percaya akan adanya dunia alternatif yang mirip dengan dunia kita. Mungkin dimensinya saja yang berbeda? Entahlah. Saya percaya :D
7. Magnolia (1999) director: Paul Thomas Anderson
 Apa Pengaruh Untuk Saya?
  • Film ini saya temukan ketika sedang belanja DVD bajakan di salah satu toko di Bandung. Sejujurnya saya lupa kapan persisnya saya membeli DVD ini, nampaknya sekitar bulan Agustus-Oktober 2009. Kenapa saya beli DVD ini? Tidak lebih karena rating film ini yang tinggi di imdb.com, saya tidak mempedulikan bahwa ada Tom Cruise di film ini ataupun Paul Thomas Anderson selaku sutradaranya.
  • Nyatanya setelah selesai menonton film ini hati saya menjadi pilu. Film ini bagi saya sempurna menggambarkan tiap karakter yang kesepian dalam taraf yang berbeda levelnya, kemudian bagaimana setiap karakter melewati konfliknya dibangun dengan amat getir. Film yang berhasil membuat saya bertanya pada diri sendiri ketika merasa kosong: "Saya ini melarikan diri dari kesepian, kebingungan menghadapi kesepian, sebenarnya tidak kesepian tetapi merasa kesepian, atau tegar menghadapi kesepian?"
  • "I really do have love to give! I just don't know where to put it...."
8. Requiem For A Dream (2000) director: Darren Aronofsky


 Apa Pengaruh Untuk Saya?
  • Saya menonton film ini pertama kali sekitar akhir tahun 2009/awal tahun 2010 bersama Alfie (yak, selera film kami nampaknya banyak yang sama dan saling mempengaruhi). Film ini sendiri saya pertama kali menyadarinya ketika saya membeli majalah Cinemags edisi khusus yang membahas 100 Most Influential Movies, dimana film ini termasuk di antara daftar tersebut.
  • SAYA TIDAK AKAN PERNAH MENGGUNAKAN NARKOBA. AMIN
  • Film ini dengan tragis amat sangat perih menggambarkan 4 karakter utama yang terjebak dalam penggunaan obat-obatan. Gaya penyutradaraan yang mengandalkan shot-shot cepat juga membuat irama dari film ini terjaga dengan baik dan mampu menghantarkan klimaks dengan luar biasa indah sekaligus pilu.
  • Music "Lux Aetherna" yang mengiringi beberapa adegan dalam film ini terutama dalam adegan klimaks, menjadi musik yang wajib saya dengarkan jika mood saya sedang kacau. Mendengarkan musik ini bagi saya mampu menetralkan emosi negatif saya menjadi sedikit rileks di saat kapanpun. Benar-benar musik yang menghantui jiwa saya...
  • Mengerti bahwa Jared Leto adalah aktor yang hebat :)
  • Kagum terhadap Ellen Burstyn. Benar-benar aktris yang amat sangat luar biasa :D
9. The Dark Knight (2008) director: Chris Nolan

  Apa Pengaruh Untuk Saya?
  • Sebelum film ini dirilis ke seluruh dunia pada tanggal 18 July 2008, saya telah jatuh cinta terhadap film-film karya Chris Nolan yaitu Memento, Batman Begins, & The Prestige (di kemudian hari saya menonton Following dan saya sangat berkesan akan film ini, lalu nonton Insomnia yang merupakan remake jadi tidak terlalu istimewa bagi saya, serta yang paling terbaru adalah Inception yang luar biasa keren). Jadi, alasan saya untuk menonton film ini sebenarnya adalah karena Chris Nolan, bukan karena saya penggemar Batman. Saya menonton film ini di bioskop FX Platinum, Jakarta ketika hari pertama film ini diputar di Indonesia. Setelah keluar dari ruang teater bioskop, saya sampai bingung harus berkata apa karena film ini langsung saya nilai merupakan sebuah karya legendaris.
  • Belum pernah saya lihat sebelumnya sebuah film superhero dapat diangkat sampai ke level film The Dark Knight ini (dan memang belum pernah ada mencoba pendekatan seperti yang Nolan lakukan) yang membuat penonton sampai berpikir "kegilaan macam apalagi yang akan dilakukan tokoh antagonis The Joker?" dan apa tindakan dari Batman? Dari segi plot cerita yang tingkatannya masif, tata sinematografi yang sebagian menggunakan teknologi IMAX sehingga rasio gambar makin membesar, sampai ke faktor acting (Heath Ledger? dia adalah Legenda) semua mencapai level dimana saya berpikir: "Inikah bukan sekedar film superhero. Ini adalah cerita tentang seseorang yang karena prinsip pribadinya yang idealis, rela mengorbankan jati dirinya untuk kepentingan yang jauh lebih besar. Melindungi Gotham dengan mengorbankan sosok dirinya adalah esensi sesungguhnya dari "jagoan" di dalam kehidupan nyata"
  • Pengaruh paling besar adalah ketika saya menonton film superhero setelah rilisnya film ini, saya berharap film tersebut dapat mencapai tingkatan seperti yang dicapai dalam film ini. Rupanya ttu amat sangat berat.
  • Saya jadi kagum akan karakter Bruce Wayne dan juga tokoh Batman, serta dunia Batman di grafik novel.
  • Saya menganggap Chris Nolan adalah Guru Besar dalam perfilman.
  • Saya menarik kesimpulan, semua pejabat negeri ini jika ingin memperjuangkan idealisme untuk memperbaiki bangsa dengan cara yang benar, maka pejabat tersebut harus siap mengalami hal seperti yang dialami Batman pada konklusi cerita.
  • Banyak kan pengaruhnya? Saya memang kagum akan film ini. :)
(berlanjut ke bagian 3)

28 Februari 2011

Film Barat yang Besar Pengaruhnya Untuk Saya (1)

 It is easier to influence strong than weak characters in life. ~ Margot Asquith
Pengantar
Berbicara tentang pengaruh film bagi diri saya, maka saya pikir pembicaraan mengenai hal ini bisa panjang lebar tiada henti. Ya, karena saya pribadi merasa berhutang sangat banyak atas "jasa" film-film yang pernah saya tonton sampai sejauh ini terutama untuk beberapa film yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi pola pikir saya dan mungkin juga tindakan-tindakan saya. Dalam hal mempengaruhi pola pikir, film barat (baca: Amerika Serikat) memegang peranan yang amat besar dalam membentuk diri saya. Karena sedari saya bocah, film-film yang diproduksi oleh Amerika Serikat sangat mudah diakses melalui bioskop, TV, laser disc, VCD, DVD, dan tentu saja dari file sharing. Jadilah saya ini terbentuk untuk lebih menyukai film barat, ketimbang film-film produksi Eropa, Asia Timur (Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan), India, maupun film produksi negeri sendiri: Indonesia.

Film Amerika Serikat bagi saya menawarkan sesuatu pengalaman "yang lain" ketimbang film produksi negara lainnya. Boleh jadi karena saya memiliki ketertarikan yang kuat akan kultur barat yang liberal, karena saya kagum akan kemajuan teknologi di barat yang ikut di-implementasikan dalam aspek teknis produksi suatu film, maupun juga film-film dari Amerika Serikat biasanya amat pandai dalam memainkan plot cerita. Film dari Amerika Serikat berbeda dengan film dari Eropa yang kuat dalam eksploitasi emosi karakter maupun film Asia yang pandai memaparkan cerita interaksi manusia dengan lingkungannya sehari-hari. Tentu selera saya yang cenderung memilih film-film dari Amerika Serikat ini bukanlah suatu yang perlu diperdebatkan, karena ini toh hanya selera saya sampai di usia ini. Tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti justru film-film dari negara lainnya dapat mengambil tempat tersendiri di hati saya dan memberi pengaruh yang amat mendalam dalam kehidupan saya.

Pengaruh film-film dapat berupa pemikiran yang perlahan terasah seiring interpretasi saya akan makna suatu film, pemahaman secara kontekstual tentang isu yang dibawa dalam sebuah film sehingga pikiran saya bisa lebih terbuka, dan juga bermacam hal lainnya yang bermuara kepada tercerahkannya pikiran saya. Karena film-film berikut ini sangat subyektif pengaruhnya untuk saya, maka mungkin saja faktor-faktor krusial dalam produksi film seperti acting, directing, screenplay, editing, music-scoring, dan beberapa aspek teknis lainnya tidak menjadi pertimbangan utama saya dalam memilih film. Tulisan ini dengan sengaja saya buat sebagai penghormatan serta pengakuan saya pribadi terhadap beberapa film yang baik secara esensi cerita maupun secara sudut pandang sinematis telah sukses mempengaruhi hidup gw, minimal dari aspek terpengaruhnya pola pikir saya secara besar-besaran dalam memandang suatu hal tertentu.

Maka berikut ini, adalah daftar film-film yang besar pengaruhnya untuk saya. Ada 14 judul film yang akan saya sajikan ke dalam 3 tulisan terpisah supaya per bagian dapat dibaca dengan ringkas. Terdapat catatan khusus pada hexalogy Star Wars. Walaupun ada 6 episode dari film, saya menganggap Star Wars adalah 1 kesatuan film yang tentu besar pengaruhnya untuk saya. Film-film yang ada dalam daftar ini dipilih dengan pertimbangan "Seberapa besar pengaruhnya film ini kepada pola pikir dan tindakan saya". Karena bisa saja sebuah film saya nilai sangat hebat, akan tetapi tidak terlalu berpengaruh dalam pola pikir dan tindakan saya. Contoh film hebat tapi tidak terlalu berpengaruh bagi saya ini seperti: The Godfather, The Aviator, Pulp Fiction, Reservoir Dogs, Oldboy, Confessions, dan masih banyak lainnya. Berikut ini, silakan menikmati daftar film-film yang artinya sangat besar bagi diri saya. :)

(note: urutan tidak mencerminkan pilihan prioritas besarnya pengaruh bagi diri saya dan film-film di daftar ini merupakan produksi Amerika Serikat, kecuali film Mr. Nobody yang merupakan produksi Kanada serta Prancis)

1. The Butterfly Effect (2004) director: Eric Bress, J. Mackye Gruber

Apa Pengaruh Untuk Saya?
  • Nonton ini pertama kali ketika saya SMA kelas 3 dari VCD yang dipinjam dari Video Ezy. Sepertinya ini salah satu film yang sukses membuat saya terharu ketika masih SMA. Terutama ketika scene akhir film yang menampilkan adegan Ashton Kutcher berjalan sendirian di keramaian kota sambil merenung diiringi lagu "Stop Crying Your Heart Out" dari Oasis. Usai menonton, yang terpikir dalam kepala ketika itu adalah kondisi alm. Ayah saya ketika itu. Ya, film ini maknanya sangat personal bagi diri saya.
  • Substansi cerita film ini amat sangat dalam bagi saya. Inilah film pertama yang membuat saya menjadi banyak berpikir tentang konsep kehidupan "Bagaimana Jika". Sesuai tagline film ini: Change One Thing, Change Everything.
2. Memento (2000) director: Chris Nolan
Apa Pengaruh Untuk Saya?
  • Film ini saya tonton pertama kali pertengahan tahun 2007. Saya beli DVD bajakannya di Chelsea DVD jl. Tamansari, Bandung :p. Pertama kali tahu tentang film ini dari Alfie Zairul sekitar 1 tahun sebelumnya dan ketika menemukan DVD-nya, langsung saja saya beli.
  • Dengan alur cerita maju-mundur-maju-mundur secara kronologis, film ini membuka mata dan pemahaman saya ke level "Ternyata sebuah Film bisa diangkat derajatnya sampai sejauh ini". Fantastis. Film yang membuat saya pada akhirnya jatuh cinta terhadap karya-karya Chris Nolan. Film yang mampu menantang saya untuk berpikir "Dengan segala keterbatasan serta usianya yang masih muda ketika menyutradarai film ini, Nolan mampu membuat film yang langsung didaulat menjadi Cult Classic, lalu bagaimana dengan diri saya? Mampu?"
3. Forest Gump (1994) dir: Rob Zemeckis
Apa Pengaruh Untuk Saya?
  • Pertama kali nonton film ini di bioskop (ketika itu) Empire 21 di kompleks Grand Wijaya Center. Saya diajak nonton oleh kakak dan sepupu. Saya lupa apakah film ini ditayangkan di bioskop Indonesia pada tahun 1994 atau 1995, yang jelas saya masih siswa SD ketika pertama kali menonton. Sebenarnya sedikit hal yang saya ingat ketika menonton film ini pertama kali, yang jelas saya tahu bahwa Tom Hanks adalah aktor hebat yang pertama kali saya kagumi dalam hidup saya. Kata-kata "Run, Forrest, Run!!!" mungkin adalah kuotasi dari sebuah film yang mampu saya ingat untuk pertama kalinya.
  • Sebuah kuotasi dari film ini merangkum apa pengaruh dari film ini terhadap cara saya memandang hidup: "Life was like a box of chocolates. You never know what you're gonna get."
  • Film ini tidak pernah bosan saya tonton sampai berulang-ulang. Tipikal film yang akan saya putar ketika sedang musim liburan. Bagi saya, perjalanan hidup Forrest Gump adalah simbol dari perjuangan tiada henti dalam mencari jati diri serta kebahagiaan dalam cara yang sederhana bahkan teramat polos :)
(bersambung ke bagian 2)

25 Februari 2011

23, Sadomasokis, & Saya Ingin Merayakannya!

Twenty-three is the ninth prime number, the smallest odd prime that is not a twin prime. Twenty-three is also the fifth factorial prime, the third Woodall prime. It is an Eisenstein prime with no imaginary part and real part of the form 3n − 1 -wikipedia.org-
dalam bilangan integer, selepas angka 22 maka angka berikutnya adalah angka 23.
dalam kehidupan, selepas suatu makhluk melewati usia ke-22 tahun masehi maka makhluk tersebut akan memasuki fase usia 23 tahun masehi.
contohnya saya ini, seorang anak manusia yang tiba-tiba saja sudah masuk ke usia 23 tahun.

Ya,
Saya termasuk manusia yang sangat beruntung karena masih diberikan berkat oleh Yang Kuasa untuk menikmati hari-hari yang sebenarnya masih sama saja seperti hari-hari kemarin, akan tetapi saat ini usia saya sudah secara "resmi" bertambah untuk mengarungi hari-hari yang nampak biasa tersebut.
Kenapa resmi? yah karena sebenarnya, tiap hari usia saya juga bertambah, bahkan tiap detik pun dihitung dalam pertambahan usia kita kan?
Resmi itu berlaku contohnya ketika saya nanti mengisi sebuah formulir dari suatu institusi baik pemerintahan ataupun asing yang di dalamnya tertera sebuah box/pertanyaan yang menanyakan berapa usia saya saat ini. Tentu mulai hari ini saya harus terbiasa menuliskan angka 23 jika menghadapi suatu situasi yang berkenaan dengan contoh seperti tadi.

Dalam mengarungi fase kehidupan dari angka 22 tahun menuju 23 tahun, saya boleh katakan ini termasuk fase hidup paling sadomasokis yang pernah saya tempuh dalam kehidupan saya.
Mungkin pengandaian sadomasokis terlalu berlebihan tapi jikalau Anda mengalami semua kejadian-kejadian hidup yang saya alami dalam 1 tahun ke belakang, mungkin Anda akan berkata "ini bukan sadomasokis, ini sih brutality!" atau malah Anda akan tetap berkata "berlebihan...".
Jelas Anda tidak akan mungkin mengalami kehidupan seperti yang saya alami.
Tentu saja tantangan hidup yang diterima setiap orang berbeda-beda, tidak mungkin juga untuk saling diperbandingkan karena memang setiap orang tentu ditempatkan ke dunia ini dengan tujuan yang berbeda-beda dari Yang Maha Kuasa.
Pembenaran versi orang bijak ada yang berkata:
Tidak mungkin Yang Maha Kuasa memberikan tantangan (atau cobaan) bagi kita yang lebih berat dari kemampuan kita.
Saya cukup jarang bermonolog dengan Yang Maha Kuasa melalui doa, saya lebih sering membathin. Bukankah ini termasuk bentuk komunikasi juga dengan Yang Maha Kuasa? Saya yakin Yang Maha Kuasa pasti mendengar kata bathin saya dari semenjak saya orok sampai sekarang dan juga sampai dalam kekekalan suatu saat nanti. Mungkin Yang Maha Kuasa tersenyum (atau datar) ketika saya membathin "Ya Tuhan, ini apalagi sih?" atau "Ya Tuhan, dirinya cantik sekali pun juga payudaranya ranum" atau "Ya Tuhan, koq bisa BB saya dicolong di rumah ibadah stadion GBK?" atau "Ya Tuhan, vodka ini enaknya kebangetan" dan juga berbagai macam kata bathin lain-lainnya baik berupa harapan, keluhan, lenguhan, serapah, dll.

Saya kadang berpikir, apa iya orang bijak itu sungguh bijak? Parameter disebut bijak itu sebenarnya seperti apa? Kenapa bisa seseorang disebut bijak jikalau dia memberi tahu kepada saya bahwa cobaan yang saya alami itu tidak lebih dari tantangan yang sesuai dengan kemampuan saya?? Toh, saya memang berpikiran tantangan dan cobaan yang saya hadapi ini amat sangat pantas disebut sadomasokis! Tentu makna sadomasokis ini jangan dimaknai secara harfiah yang berarti "give or receive heavy pain and humiliation (in form of sex play)", akan tetapi lebih mengarah kepada:
"Sadomasochistic... The Hardest Things I've Done and I've Ever Experienced!"
Yap,
di usia 22 tahun lalu:
saya akhirnya lulus dari kampus,
saya patah hati ampe sekian kali,
Pembimbing Tugas Akhir saya meninggal dunia saat saya masih membutuhkan nasihat-nasihat dari beliau dalam menghadapi kehidupan paska-kampus,
saya mesti menyesuaikan diri dengan keadaan di rumah yang sudah saya tinggal 5 tahun serta tidak paham dengan tingkat pemikiran saya sekarang, (dan mungkin orang-orang di rumah juga ga ngerti kenapa bisa terjadi gap pemikiran yang begitu jauh dengan saya -__-a, apakah ini efek doktrinasi yang saya dapatkan selama OSKM ITB, PPAB MTI, dan lain-lainnya selama saya beraktivitas di kampus? jelas iya banget deh :D )
Dan bagi saya yang paling menantang adalah:
saya berhadapan dengan rimba dunia dalam berbagai bentuk yang amat sangat tidak terbayangkan kegilaannya dan kekacauaannya serta dalam menjalaninya menguras emosi baik dalam bentuk amarah maupun haru-biru (cuihh :D) yang sama sekali tidak terkurikulum layaknya kehidupan silam yang tertata oleh sistem kurikulum yang sudah saya jalani sejak playgroup hingga bangku kuliah.

Tentu akan jadi sebuah memoir curahan hati yang mengguncang nalar dan memukau iman, jikalau saya jabarkan satu persatu apa saja detil dari pengalaman yang katanya saya sih sadomasokis itu. Maksud tulisan ini juga bukan membeberkan pengalaman pribadi saya yang tentu saja tidak sedramatis pengalaman Alanda Kariza yang mesti berjibaku memperjuangkan "keadilan" terhadap ibunya yang terjebak dalam kubangan bernama Century. Sungguh maksud tulisan ini tidak lebih merupakan perayaan saya pribadi terhadap segala yang terjadi pada saya selama 1 tahun ke belakang.

Layaknya seorang yang beranjak sembuh dari kanker yang menggerogotinya, seperti itulah perasaan diri saya saat mencapai titik ini sekarang. Titik dimana usia saya resmi di angka 23 tahun. Benar adanya perasaan sadomasokis itu tentu membuat diri saya merasa sakit, tapi rasa sakit ini telah membuat saya menjadi lebih "manusia". Terus yang kemaren saya bukan manusia dong? Tentu saja saya tetaplah manusia, hanya saja ada fase dimana saya bertindak benar-benar tanpa rasio. Terlalu mengikuti keinginan primordial belaka yang dilandasi ego untuk bertindak semaunya tanpa memperhatikan lingkungan di sekitar. Bagi saya, itu fase dimana jiwa saya sebagai manusia telah menghilang. Tentu ini merupakan ironi ketika saya masih menjalankan kehidupan, tetapi saya tidak menjalaninya secara utuh. Langkah saya berat.
Ya, saya perih ketika saya sebagai manusia hanya menjalani kehidupannya untuk sekedar bertahan hidup belaka.
Tanpa jiwa.
Hanya raga yang bekerjasama dengan otak dengan segala keterbatasannya, mencoba untuk sekedar mempertahankan fungsi-fungsinya agar tetap bekerja.
Mungkin supaya jiwa itu bisa kembali.
Tentu saja itu kemungkinan yang paling bisa saya terima, toh karena saya membenarkan bahwa saya merasa telah menjadi "manusia" lagi sekarang.
Saya yang mengenali diri saya sendiri, anehkah jika saya Tidak mengenal diri saya sendiri?
Menurut saya aneh, karena ini adalah sebuah fase hidup yang tidak semua orang pernah mengalaminya. Apakah Anda pernah mengalami fase dimana Anda tidak lagi bisa percaya dengan apa yang Anda lakukan? 
Apakah Anda pernah merasa kebingungan bahwa Anda sedang berada dalam titik nadir, lalu Anda sadar bahwa Anda tidak lagi tahu apa keadaan yang terjadi di sekitar Anda?
Lalu Anda sadar, bahwa rentetan kejadian yang Anda alami itu merupakan manifestasi dari segala penolakan Anda menerima bahwa terkadang hidup ini emang kayak tai!
Dan Anda yang sudah terlanjur bau tai, tidak lagi mengenal bau diri Anda sendiri yang dulu Anda kenali.

Dan terlepas dari segala macam pembenaran yang tentu saja saya tuangkan di tulisan ini, saya ingin merayakan kenyataannya bahwa saya sudah mengalami banyak sekali pahit dan juga sedikit manis dari kehidupan selama setahun ke belakang ini.
Saya ingin merayakan bahwa di usia yang (masih) 23 tahun ini saya sudah bisa menemukan dan memperjuangkan untuk meraih tujuan hidup saya. Apa rencana saya ke depan. Apa rencana cadangan saya jika rencana utama batal. Apa rencana cadangan dari rencana cadangan saya. Apa tai-tai ke depannya yang akan saya alami. Apa antidote saya menghadapi tai-tai itu.
Ya!
Saya Ingin Merayakannya!
Lebih dari itu semua, saya ingin merayakan bahwa di usia 23 tahun ini berarti saya mesti siap untuk menerima tantangan dan cobaan lainnya yang tentu akan mengalami eskalasi dari tingkat yang sudah pernah alami sebelumnya. Saya Ingin Merayakannya!
Saya Ingin Merayakannya! Dengan cara yang sederhana. Dengan sedikit tegukan vodka. Dengan sedikit kegelisahan yang saya tuangkan dalam tulisan saya. Dengan perjalanan-perjalanan yang akan saya arungi. Dengan terus membuka mata dan hati saya. Dengan terus berekspektasi.

Bukankah berekspektasi, apalagi berekspektasi tinggi, itu tidak baik? Setidaknya Anda harus berani berekspektasi, karena ketika Anda mendapatkan ekspektasi tersebut, Anda tidak akan kaget dibuatnya. Tetapi jika Anda gagal, Anda akan tahu betapa sakitnya kegagalan tersebut, dan Anda akan merasakan betapa sadomasokisnya hal tersebut! Dan Anda mungkin akan berada di level yang sama dengan yang pernah saya alami!

Dan lebih baik Anda jatuh ke level sadomasokis di usia 23 tahun untuk kemudian bisa segera bangkit, ketimbang anda menderita sadomasokis parah di usia 30 tahun. Maka, izinkan saya untuk menutup tulisan ini dengan kalimat ini:
Saya Ingin Merayakan! Bahwa saya masih bisa menyelesaikan tulisan ini. Bahwa saya pernah mengalami perasaan tak tentu rimba yang berujung pada nikmatnya mengalami sadomasokis itu sendiri. dan tentu saja Bahwa saya hari ini berusia 23 Tahun. \m/
"And that's about the time she walked away from me
Nobody loves you when your 23
And you still act like you're in Freshman year
What the hell is wrong with me?"  (Blink 182, What's My Age Again?)

22 Januari 2011

Review: Pengabdi Setan (1980)

Bermula dari obrolan ngalor ngidul berbagai macam topik di kantin TIM bareng kak Andibachtiar 'ucup' & neng Chekka selepas nonton HOPE di Kineforum hari Senin tanggal 17 Januari 2011 kemarin (review buat HOPE nyusul yes :-D), entah kenapa gw jadi tergugah buat nyari film-film Indonesia yang sudah lawas (jadul/kuno/antik). Mungkin otak gw sudah sukses di-insepsi ama Ucup tentang kerennya film Indonesia zaman tahun 70an-80an, jaman dimana Ucup masih bocah & cukup sentimentil dengan film2 romansa yang dibintangi Roy Martin, dll serta disutradarai Wim Umboh, dll. haha.

Sesampainya di rumah, gw langsung coba cari informasi film-film Indonesia apa yang dianggap keren pada masanya. Setelah googling sana googling sini, gw tertarik pada satu judul film dan jelas judul film ini secara eksplisit menandakan kalau ini film genre horor. Judulnya "Pengabdi Setan" yang merupakan Film Nasional yang dirilis pada tahun 1980, disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra, bintang utama Ruth Pelupessy & WD Mochtar.
gambar 1. Cover VCD "Pengabdi Setan"

Menurut keterangan yang dihimpun dari berbagai sumber yang bermuara di google dan wikipedia, film ini pada masanya dikenal sebagai salah satu dari beberapa film horor awal yang menggantikan tema horor yang diwarnai kepercayaan Kristen atau Buddha dengan kepercayaan Islam. Film ini juga sangat terkenal pada masanya bahkan sampai di dunia internasional, serta sempat dirilis dalam berbagai format seperti VHS dan kemudian DVD di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Cukup untuk membuat gw yakin untuk segera mengunduh film ini dari salah satu situs laman file-hosting tercinta di Indonesia. hehe.

Sinopsis:
Awal film dibuka dengan adegan pemakaman seseorang. Belum diketahui siapa yang dimakamkan, akan tetapi sutradara menunjukkan fokus adegan pada beberapa karakter utama di film ini yaitu seorang Bapak: Hendarto (WD Mochtar), Anak Perempuan: Rita (Siska Karabety), & Anak Lelaki: Tomi (Fahrul Rozi). Di adegan selanjutnya yaitu Tahlilan di rumah keluarga, baru diketahui ternyata yang meninggal adalah istri dari pak Hendarto, sekaligus ibu dari Rita & Tomi. Nah, keanehan mulai muncul malam ini dimana si Tomi melihat sosok "mirip" Ibu (gambar 2) yang memanggil-manggil Tomi.
gambar 2. sosok "mirip" Ibu yang memanggil







" Tomiii.... Tomiii...."   suara hantu Ibu yang sayup-sayup memanggil anaknya
-____-a 

Keesokan harinya Tomi yang sepertinya masih belum bisa menerima kematian Ibu, bersikap aneh kepada Rita di pemakaman. Akhirnya dengan motor trail kebanggannya, Tomi langsung pergi dari makam ke rumah teman-temannya nongkrong. Nah, disini si Tomi dapat "pencerahan" dari salah seorang temannya (gambar 3) yang mengatakan pada Tomi untuk bertemu Peramal supaya tidak perlu bersedih lagi, karena si teman ini ketika Ibunya meninggal, doi juga dapat saran dari peramal. Eyaaa, apa poinnya ya? Supaya gak sedih, jadi kudu ketemu peramal? haha. Klo gw sih, mending cari "hiburan" aja.
Gambar 3. teman Tomi yang ngasih "pencerahan"
Dan pergilah Tomi ke Peramal (gambar 4). Nah kata si Peramal, Tomi beserta keluarga bakal kena bahaya yang besar. Oleh karena itu supaya terlindung dari bahaya, Tomi harus memperkuat diri dengan ilmu-ilmu hitam! Ini nyonya peramal atau dukun santet yes?
Gambar 4. Peramal Eksentrik. Epik banget ya adegan ini! Meramal + Sanggul + Kacamata Hitam + Merokok = Legend!
Akhirnya selama di rumah, Tomi mulai deh "ngilmu".Ketika lagi belajar "ngilmu" di kamar Tomi, ada adegan yang gw nilai malah jadinya kocak padahal gw yakin maksudnya pasti nakutin. Itu adegan dimana Tomi mau mencekik Rita, tapi Rita cuma melawan seadanya dan kemudian ada suara telepon berdering sehingga Tomi berhenti mencekik Rita. Adegan yang maksa banget... kenapa gak sekalian aja dicekik sampai tewas si Rita, kan jadi seru pasti lanjutanya.


Nah, berhubung sekarang rumah jadi sepi karena Ibu baru saja meninggal dan penjaga rumah Pak Karto (HIM Damsyik) sudah mulai sakit bengek, Pak Hendarto memutuskan untuk menyewa jasa pembantu rumah tangga. Dalam sekejap, datanglah Darminah (notabene si peramal yang menganjurkan Tomi untuk "ngilmu") untuk membantu rumah.  Sejak kedatangan Darminah, dimulailah teror-teror mencekam di rumah dan juga orang-orang yang dekat dengan keluarga bernasib buruk. Pacar Rita tewas terbunuh dengan keji (dengan prosesi kematian yang serba aneh dan sebaiknya ditonton sendiri aja saking gw ga bisa komentarnya....) + Pak Karto yang juga terbunuh dengan misterius (asli, misterius banget, kekunci di gudang koq besoknya jadi kegantung....). Dan juga berbagai macam kejadian freak lainnya (misal: Tomi yang lagi sholat, tapi tiba-tiba jendela kamar pecah. Gak taunya hantu nyokap ngelarang Tomi sholat......)


Film ini akhirnya mencapai klimaks ketika hantu Ibu + hantu Pacar Rita + hantu Pak Karto (trio hantu gokil atau malah lebih tepat disebut trio zombie?) semuanya bersatu padu menyerang Pak Hendarto + Rita + Tomi. Sungguh 15 menit sebelum tamat itu merupakan kumpulan adegan sarat gambar-gambar yang mungkin kurang nyaman untuk dilihat. Darah zombie pak Karto yang muncrat bewarna kehijauan dan ada juga daging tangan zombie Pacar Rita yang gampang kopek udah kayak daging kornet.... Epik! Belum lagi ekspresi Rita saat ketakutan yang sangat "ekspresif" (gambar 5)
gambar 5. EKSPRESIF!
Pada akhirnya ketika trio zombie & Darminah yang tiba-tiba berubah wujud menjadi sosok wanita dengan pakaian hitam + rambut disasak berkonfrontasi dengan Pak Hendarto, Rita, & Tomi di penghujung cerita, akhirnya konflik utama dari film ini terungkap. Kenapa Darminah mengganggu keluarga Pak Hendarto? Lalu bagaimana akhirnya nasib Pak Hendarto beserta Rita & Tomi? Semua terjawab di film berdurasi 91 menit ini.


Menurut wikipedia, film Pengabdi Setan ini memiliki kemiripan alur cerita dengan film AS tahun 1979 berjudul Phantasm yang disutradarai Don Coscarelli. Hebatnya, Pengabdi Setan bahkan menjadi semacam cult movie di antara fans horor Asia terutama di zamannya. Wow, bayangkan betapa dahsyatnya antusiasme masyarakat Asia terhadap film ini ketika Pengabdi Setan baru dirilis. Jauh sebelum ada film The Ring, Ju On, Shutter, dan film horor Asia yang menjadi cult lainnya, film asal Indonesia ini sudah mendapatkan tempat khusus tersendiri di kalangan pecinta film horor.
Mungkin dengan menggunakan formula film horor nasional yang lazim di zamannya (pertentangan yang jelas antara good vs evil) + bumbu "Religius" sebagai konklusi + adegan tamat yang mengambang, film ini dapat terpatri di ingatan pecinta film nasional dan juga internasional.

Tidak perlu sosok bintang film porno dari Jepang sebagai ramuan sukses film ini.
Tidak perlu special effect yang wah sebagai ramuan sukses film ini.
Bayangkan di tahun 1980, Anda menonton film ini di layar tancap dan kemudian Anda harus pulang sendirian ke rumah. Terbayang betapa menyeramkannya nuansa film ini dahulu.
Belum lagi adegan ketika Tomi diganggu ketika sedang mendirikan shalat. Ada tanggapan menarik di salah satu forum oleh seorang anggota forum yang menyatakan: "Dulu, gw sampai takut sholat gara-gara film ini!". Pesan moral di film ini salah satunya adalah jangan meninggalkan ibadah (dalam hal ini sholat) jika tidak ingin diganggu setan. Eh malah dikasih anti-tesis di filmnya yaitu ketika si Tomi sholat justru digangguin setan... dan si setan itu Ibunya si Tomi... Arwah Ibu melarang anaknya sholat... Jenius!
(+ gw selalu suka film Indonesia zaman dahulu yang masih menggunakan bahasa Indonesia yang baku, walau ada beberapa adegan juga kalimat-kalimat yang dilontarkan kurang nyambung, tapi okelah, dapat dimaklumi :D)

Film ini sendiri rasanya bagi gw meninggalkan tantangan penting bagi generasi muda seperti kita-kita ini. tantangannya kurang lebih seperti ini "Eh, film Indonesia jaman dahulu aja udah menjadi cult bagi fans horor dunia sampai-sampai dikagumi & dicari di Asia, Eropa, bahkan Amerika. Film Indonesia jaman sekarang, terutama film horornya bisa gak kayak gini?"
Bisa?









Pengabdi Setan (1980)
Rumah Produksi: Rapi Film
Sutradara: Sisworo Gautama Putra
Pemeran:
  • WD Mochtar : Pak Hendarto
  • Siska Karabety : Rita
  • Fahrul Rozy: Tomi
  • Ruth Pelupessy: Darminah
  • HIM Damsyik: Pak Karto