30 Mei 2013

3 Hari Untuk Selamanya

Dengan meminjam judul salah satu film Indonesia karya Riri Riza, gw akan bercerita 3 hari teraktual yang gw alami. Tepatnya tanggal 27 - 29 Mei 2013.

Kenapa bisa menjadi 3 Hari Untuk Selamanya? Bagi gw 3 hari tersebut dampaknya besar untuk personal pengembangan diri dalam berbagai level.

Awalnya gw menerima email yang isinya menurut gw absurd. Isinya seperti ini:

"Hello, I got your very impressive CV from our staff saying you might be available for working for XYZ as a temp"

-komentar:
  • CV gw very impressive? Its an absolute joke! Dude, Seriously... "Very impressive" ini akan gw jadikan lawakan seumur hidup!
  • XYZ merupakan institusi dari salah seorang lulusan TI dengan IPK terbaik di angkatan 2005. Bergerak di bidang manajemen konsultan. Silakan ditebak-tebak
  • Sepengetahuan orang awam macem gw, posisi Temp ini pun yang bisa masuk orang dengan IPK superior + Pengalaman kerja superior. Lha gw?????

Saking banyaknya waktu luang, gw ambil saja kesempatan ini. Gw pengen tau gimana sih rasanya kerja di salah satu kantor dengan reputasi besar di dunia ini? Lebih tepatnya, bagaimana sih rasanya "bekerja". Well, karena apa itu artinya bekerja, gw sampai sekarang masih belum tau...

Di awal hari Senin, berangkatlah gw lebih pagi dari biasanya ke luar rumah. Dengan kemeja & celana bahan. Tentu, bukan gw banget. Sampailah gw di kantor XYZ di bilangan jalan Sudirman sekitar jam 8.30. Prosedur standar menukar KTP dengan Visitor Card, kemudian menuju lantai 19 dan.......... belum ada concierge yang berjaga di pintu depan kantor! Gw datang agak kepagian, sampai akhirnya ada seseorang pekerja yang keluar dan dengan sangat baik serta ramah mau mengantar gw ketemu dengan user yang mengirim email "Very Impressive" ke gw.

C, sebut saja begitu, dia memperkenal dirinya. Berasal dari tanah kelahiran  Bérénice Marlohe. Secara fisik, gw mengkategorikan C ini tergolong good looking. Bisa dibilang manis... Yaaa, selera....
Miss Marlohe, someday I really hope to be your employee... or maybe  your FWB :p
Akhirnya dimulailah pekerjaan ini, mencari data produk Micro Finance di beragam bank di Indonesia. Ini kerjaan mudah. Cari data di Internet, jika data tidak ada maka telepon bank tersebut, ulangi sampai ketemu data dari 100 ++ bank. Untuk apakah data tersebut pada akhirnya? Konon informasi ini akan digunakan klien untuk menembus celah pasar di micro finance. Konon kabarnya lho....

-komentar:
  • walau ini kerjaan mudah, tetapi tiap hari pekerjaan ini bisa memakan waktu 12 jam. Di depan komputer, internetan, menelpon bank.... jadi kudu detil dan teliti. Pekerjaan menelpon bank juga membutuhkan kesabaran. Apalagi menelpon beberapa bank yang kurang eksis. Ada kecenderungan mereka tidak memberikan informasi dan tidak kooperatif dalam berkomunikasi.
  • Micro Finance itu istilah yang awalnya asing bagi gw... Sampai akhirnya dalam waktu 3 hari gw jadi sedikit mengerti tentang produk kredit ini. Intinya adalah produk kredit yang disediakan bank serta diperuntukkan untuk keperluan modal kerja usaha kecil dan menengah, dengan suku bunga yang cukup bersaing. Nilai pinjaman berkisar dari 1 juta - 50 / 100 / 500 juta dengan agunan.. tergantung kebijakan bank.
  • Perasaan bekerja 3 hari di XYZ? Luar biasa. Irama kerja gw terbentuk lagi dengan baik.

3 Hari Untuk Selamanya ini gw jadikan pedoman untuk menatap masa depan.

Hal paling mendasar adalah kepercayaan diri gw menjadi luar biasa bangkit saat ini. Come on dude, XYZ memanggil gw untuk kesempatan kayak gini itu luar biasa untuk orang dengan latar belakang seperti gw. Masih gak habis pikir gw...

Hal paling utama adalah gw bisa mengetahui bagaimana pola kerja para profesional, cara mereka mendelegasikan tugas, etika kerja yang ditunjukkan, irama kerja yang cepat. Tentu saja sebagai temp, ekspektasi yang diharapkan tidaklah berlebih. Tetapi ketika mendapatkan penilaian di hari akhir, tentu saja gw sangat senang dengan masukan yang diberikan oleh C.

Gw harus lebih teliti dalam memilah data.

Di hari terakhir, gw berbincang dengan sahabat saya yang bekerja hampir 2 tahun di XYZ. Kami ngobrol panjang lebar seperti dulu ketika masih kuliah. Dari Sang Pencipta, Indonesia, Pribadi Lepas Pribadi... Jiwa kami yang terdalam.

Kami semua berproses selama 2 tahun ini. Kami semua mempunyai kegelisahan masing-masing. Pembicaraan yang hebat. Ditemani draught beer, pork knuckle, dan juga foie gras. Sempurna.

Seperti halnya gw tidak menduga akan dipanggil XYZ, gw juga tidak akan bisa menduga apa yang akan terjadi ke depannya akan diri gw. Dipikir pikir, siapa gw ampe pernah bisa dipanggil XYZ... Dengan dasar itulah pula gw juga yakin, pasti ada yang telah diatur sedemikian rupa oleh Dia hingga gw bisa mendapat privelege ini. Pengalaman ini demikian berharga bagi gw.

3 hari ini memang melelahkan, gw kagum dengan sahabat gw yang sudah kerja di waktu yang lama di XYZ.
3 hari ini memang menumbuhkan kembali kerinduan gw sebagai seorang Industrial Engineer.
3 hari ini mengembalikan eksistensi gw sebagai seorang human being yang mempunyai rasa.

KepadaNya, gw bersyukur atas kesempatan 3 hari untuk selamanya.
Gw menunggu hal-hal ajaib yang akan terjadi pada gw ke depannya.. 
Tentu dengan penuh rasa kegelisahan dan was-was yang selalu gw pendam di hati yang menjadi penuh dengan kepercayaan.

Somehow, hidup sedang indah bagi gw saat ini.






23 April 2013

Tempting Heart: Romansa di Getirnya Perenungan

Gw bangun di pagi buta hari ini.

Sengaja, untuk melihat Robin Van Persie mencetak 3 gol ke gawang Aston Villa. Memastikan gelar juara Liga Inggris yang ke-20 kali bagi Manchester United.

Tidak sengaja, untuk melihat Tempting Heart ditayangkan di Celestial Movies. Membuat pagi ini penuh perenungan serta memicu gw untuk menulis di blog karena ada rasa amat kuat yang tertinggal di dalam diri gw paska menonton film ini.

Tempting Heart adalah sebuah film cinta yang diproduksi di Hong Kong pada tahun 1999. Diperankan oleh Takeshi Kaneshiro dan Gigi Leung sebagai pasangan yang dimabuk asmara di usia muda mereka, kemudian konflik membuat mereka berpisah.
Standard kisah cinta? Tentu saja.
Lalu apa istimewanya film ini?



Bagi gw, esensi film Tempting Heart amatlah personal artinya.
Gw pernah nonton film ini sekitar 4 tahun lalu ketika gw masih kuliah di Bandung. Kala itu, gw berkata ke diri pribadi bahwa film ini menyentuh hati gw. Kemudian ketika gw menonton lagi hari ini, gw menangis...
Ya, gw gak malu untuk mengakui bahwa ada momen-momen di dalam film ini yang membuat gw termenung di kamar.

Entah itu karena chemistry yang kuat dari kedua pemeran beserta direksi yang hebat dari sang sutradara.
Entah itu karena gw turut berkontemplasi ke dalam kisah masa lalu gw.

Tentu tidak mirip dengan kisah film ini.
Akan tetapi, sesuai dengan tagline film ini:

It's the love we've lost that haunts us.
Itulah getirnya film ini.
Itulah getirnya gw sebagai manusia yang merasa ada koneksi instan yang terbentuk ketika gw menonton film ini.

Gw tersentuh, karena sekali lagi sebuah film berhasil membuktikan ke gw bahwa sebuah karya seni dapat membawa jiwa gw mengarungi pengalaman-pengalaman gw di masa lalu, saat ini, serta kemungkinan yang akan terjadi di depannya.

Gw tidak akan menye-menye mengenai detil dari ini. Sama seperti pesan 1/3 bagian akhir dari film Tempting Heart yang gw interpretasikan, hidup manusia pada akhirnya akan berjalan terus. Seiring manusia bertumbuh dewasa, pengalaman yang tersisa di masa lalu membuat manusia itu lebih utuh sebagai makhluk hidup yang jauh di lubuk hatinya merindukan cinta. Cinta yang maknanya teramat luas. Ikhlas...

Menonton Tempting Heart pagi ini, membuat film ini rasanya menjadi baru maknanya bagi gw. Lebih besar maknanya dibandingkan ketika gw baru menonton untuk pertama kalinya 4 tahun lalu.
Membuat gw perlu membagikan rasa ini melalui tulisan.
Membuat gw kembali menggali ke dalam diri gw untuk memaknai rasa cinta dengan lebih dalam lagi.
Membuat gw meresapi lagi apa artinya kehilangan.... apa artinya dihantui... apa artinya bangkit... apa artinya menatap masa depan... apa artinya romansa...


Jakarta, 23 April 2013



*ditulis kala tropi ke 20 Manchester United di Liga Inggris diraih melalui perjuangan yang hebat selama semusim serta kala perjuangan mengarungi "tropi" kehidupan masih menunjukkan jalan yang teramat terjal nan membingungkan....

09 April 2013

Menyirami hati nuraniku yang kering...

Janggal juga rasanya ketika isi blog saya akhir-akhir ini hanya berkutat pada tulisannya Pak Gede Prama. Barangkali, ini merupakan bentuk kelemahan saya menghadapi karma dunia yang berputar mengelilingi belakangan ini. Rasanya terombang ambing antara realita kontra konsep yang ditawarkan Pak Gede Prama sebelumnya yang mengatakan "sedang dihaluskan".

Saya mencoba untuk terus berpikir positif, dan pemikiran positif ini dapat dipicu oleh tulisan-tulisan dari Pak Gede Prama. Tulisannya Beliau dapat diikuti di blog gedeprama.blogdetik.com dimana setiap hari Jumat selalu ada tulisan terbaru dari Beliau. Berkenaan dengan tulisan Beliau, di post blog ini saya ingin mengutip beberapa komentar yang beliau tuliskan untuk menjawab pertanyaan dari pembaca. Menurut saya pribadi, komentar dari Beliau ini sangat "pas" kadarnya bagi saya. Mungkin juga disebabkan para pembaca menanyakan pertanyaan yang membuat mereka bingung (seperti diri saya yang juga senantiasa dilanda kebingungan akan hidup ;p) pertanyaan yang sebenarnya bisa jadi adalah pertanyaan yang mendasar bagi kehidupan manusia tetapi dianggap remeh jawabannya bagi banyak manusia.

Tentu komentar dari Pak Gede Prama akan dibalikkan lagi interpretasinya ke masing-masing individu yang membaca tulisan Beliau. Untuk saya pribadi, tulisan Beliau sifatnya mampu menyirami hati saya yang kering... Walau sebentar menyirami, saya berusaha untuk tidak menutup hati saya dan juga mampu menerapkan esensi dari komentar Beliau di dalam kehidupan saya sehari-hari. Selamat membaca sedikit kompilasi dari komentar Beliau yang saya ambil dari tulisan di sepanjang tahun 2013 :)

"Seperti menyirami taman jiwa, teruskan rawat, sirami, sayangi taman jiwanya dg meditasi:) w/ compassion"

"akar banyak penderitaan karena ruang2 pikiran kita sempit. Mirip cangkir sempit, sedikit saja ada gerakan sendok, maka ada bunyi gemerincing. Hal yg sama terjadi dg orang2 yg belum disentuh meditasi. Mudah marah, tersinggung, sakit hati. Meditasi memfokuskan diri pada kegiatan “menyaksikan tanpa menghakimi”. Akibatnya, ruang2 pikiran tambah lama tambah luas. Sampai suatu hari bisa seluas ruang. Keadaan pikiran seluas ruang inilah mirip dg apa yg Anda sebut tanpa ego. :) w/ compassion"

"menjadi tua itu tidak sederhana. Ada sejumlah faktor yg membuat seseorang yg menua menjadi demikian problematik bagi orang2 dekat: takut mati, badan menua mulai sakit2an, post power syndrome, emosi labil, dll. Sehingga sarannya kemudian, hadiah terbaik buat ayah Anda adalah “pengertian”. Mengerti bahwa kita semua menderita, kita semua mau bahagia. Dg bekal “mengerti” ini lebih mudah toleran ke ayah. Saran lain, lihatlah ayah sebagai Guru Anda yg terus menyempurnakan Anda tidak saja melalui kasih sayangnya tapi juga melalui kemarahannya. Utk diingat baik2, kita semua berhutang banyak ke orang tua. Dan saat orang tua menua, itulah kesempatan emas utk membayar balik utang2 kita kendati tidak mungkin membayar semua utang ke orang tua. Terakhir, ketidakcocokan dg ayah adalah sebuah masukan bahwa ada toleransi, kasih sayang di dalam sini yg perlu diperbaiki. :) w/ compassion"

"tidak ada hal di alam ini yg tdk membawa makna dan bimbingan, termasuk seks. Catatannya kemudian, seks menyimpan rahasia yg hrs dirahasiakan. Makanya di nyaris semua tradisi hubungan suami istri dilakukan ditempat tertututp dan rahasia. Soal disadari, tentu saja mesti disadari. Dan bagi orang biasa energi seks lebih tinggi dr energi kesadaran. Bagi praktisi kesadaran tingkat tinggi sebaliknya, energi kesadaran lebih tinggi dr energi seks. Maaf, tdk banyak yg boleh dijelaskan soal seks. Wlayah2 rhs. :) w/ compassion" --> ini wilayah rahasia yang mesti saya gali sampai dalam 8-)

"doa terbaik utk buah hati yg berada ditempat jauh adl doakan agar ia bahagia bebas derita, berguna bagi semua."

"orang2 menyakiti tdk lahir utk menghambat perjalanan spiritual kita. Sebaliknya, ibarat amplas merekalah yg menghaluskan kualitas batin kita. Tidak mungkin menjadi halus tanpa disakiti. Untuk itu, anda sdh benar diam saja, tapi bukan diam yg memancarkan dendam, tapi diam yg memancarkan kasih sayang. Caranya, orang2 pemarah/pendendam sesungguhnya sangat menderita di dalamnya. Ibarat bayi menangis, mereka tidak memerlukan cubitan kita, mereka memerlukan pelukan2 lembut kita. Utk dicatat baik2, di zaman kita bahkan nabi pun dihaluskan melalui rasa sakit. :) w/ compassion" --> ini yang paling dalam dan entah kenapa bagi saya pribadi yang paling berat untuk dihadapi.. saya masih berpikiran sempit :(

"kapan saja kerinduan mendalam terhadap Guru muncul, laksanakan compassion pada setiap mahluk yg dijumpai saat itu. Entah merapikan tanaman, memberi makan pada kucing yg lewat, menyebrangkan orang buta di pinggir jalan, menyayangi anak2, dan banyak lagi yg lain. Ada rahasia di balik cinta kasih yg dikirim alam rahasia utk kita. Bagus kalau mendalami pesan2 yg dikirim di twitter (@gede_prama) krn ada banyak rahasia yg disembunyikan di sana. :)w/ compassion"

yang terakhir untuk post ini, saya quote yang paling ultimate:

"semua buku suci lahir utk menjawab tantangan zaman saat itu. Begitu zamannya berlalu, tantangannya berbeda, maka kita memerlukan pedoman2 berbeda juga. Belajarlah utk tidak terlalu digenggam oleh buku suci. Terutama karena semua buku suci berumur tua, dan yg paling penting sudah diterjemahkan oleh banyak orang dengan banyak kepentingan. Ditingkatan seperti Mahatma Gandhi, seseorang diperbolehkan menjadi otentik (baca: tidak kaku dg buku suci, mengambil langkah sesuai dg panggilan nurani saat ini). Anda benar, kesempurnaan (dlm bahasa Anda rta) bukanlah keadaan tanpa cela, kesempurnaan adalah kemampuan utk tersenyum pd setiap putaran karma yg datang di saat ini, kemudian melakukan panggilan kita masing2 sesuai dg panggilan nurani masing2. :) w/ compassion"





27 Januari 2013

Masih malas?

"mengobati rasa malas tatkala mau meditasi, ada lima hal yang layak direnungkan. 
Pertama, bergumamlah saya pasti menua. 
Kedua, saya pasti sakit2an tatkala tua. 
Ketiga, saya pasti mati. 
Keempat, barang dan orang yang saya sayangi pasti berubah. 
Kelima, satu2nya kekayaan tersisa bernama perbuatan baik (karma). 
Di permukaan kelihatannya renungan2 ini pasif sekali, tapi sejujurnya memang demikianlah kehidupan. Renungan2 ini amat membantu agar kita tidak melekat, kemudian mengalir dengan setiap putaran karma yang datang. 
Dan keadaan mengalir sempurna dg setiap putaran karma yg datang itulah salah satu ciri penting pencerahan. 
Dan soal tabungan karma, tidak ada karma baik yang lebih tinggi dari karma baik yang bisa kita capai dengan mengalami pencerahan."

Gede Prama, 2013

Semoga kita semua dan dalam hal ini gw pribadi jangan terus jadi orang yg malas!
Keep the spirit alive :)

15 Januari 2013

Enlightened

"Didit, saya berempati dengan apa yg Anda alami, sekaligus kagum karena penderitaan sudah membawa Anda menyelam demikian dalam ke dalam “kurikulum kehidupan”. Teruskan pertumbuhan mas Didit,karena itu satu2 nya alasan kenapa kita ada disini. Soal sakit, sulit,itu bagian dari pertumbuhan itu sendiri. Meminjam penemuan sejarawan agama terkemuka Karen Armstrong, di zaman keemasan dulu, sejumlah nabi dengan mudah melihat Tuhan (Abraham makan semeja dengan Tuhan, Musa bercakap2 dg Tuhan, Arjuna berdialog dengan Tuhan), tapi di zaman kapak ini, semua nabi dihaluskan dengan penderitaan (Mahatma Gandhi ditembak, Yesus disalib, Nelson Mandela dipenjara 27tahun). Untukitu, berterimakasihlah pada penderitaan karena Anda sedang dihaluskan. Bagus bila Anda bisa ikut meditasi bersama saya nanti. Lihat jadwal meditasi. :) w/ compassion"

1. Gw gak menyangka seorang luar biasa seperti Pak Gede Prama akan menanggapi secara personal akan kegelisahan gw
2. Gw gak menyangka akan mendapat respons "kagum" dari beliau
3. Gw mencoba memaknai pertumbuhan dan penghalusan dengan lebih dalam dan dalam lagi
4. Gw akan coba meditasi, semoga di akhir tahun ini gw berkesempatan untuk meditasi langsung dengan Pak  Prama di Buleleng, Bali.


Langkah lainnya dari kurikulum kehidupan yang mulai terjawab sedikit demi sedikit...
Ya, karena itulah alasan kita ada disini.

Terima kasih atas pencerahannya Pak Gede Prama, saya sungguh belajar banyak melalui Anda.

08 Januari 2013

Lebenslangerschicksalsschatz




There is a word in German:
Lebenslangerschicksalsschatz
And the closest
translation would be...

"Lifelong Treasure of Destiny."

And Victoria is wunderbar
but she is not my
Lebenslangerschicksalsschatz.

She is my
Beinaheleidenschaftsgegenstand,

you know?

You know wunderbar

but you don't know
Beinaheleidenschaftsgegenstand?

That is something we
learn in kindergarten.

I'm sorry, "kindergarten"
is the German word for--

No, no, I know that one.


Oh, okay.
But you don't know
Beinaheleidenschaftsgegenstand?
You are maddeningly
inconsistent!

It means...


"the thing that is almost
the thing that you want...

...but it's not quite."

Das ist Victoria to me.

How do you know she's not
Lebenslangerschicksalsschatz?
I mean, maybe as the years
go by, she'll get
Lebenslangerschicksalsschatz
-ier.


Oh, nein, nein, nein.

Lebenslangerschicksalsschatz
is not something
that develops over time.
It is something that
happens instantaneously.
It courses through you
like the water of a river
after a storm...
...filling you and emptying
you all at once.
You feel it
throughout your body...
In your hands...
in your heart...
in your stomach...
...in your skin...

Of course you feel it in your
Schlauchmachendejungen.

Pardon my French.

Have you ever felt
this way about someone?

Yeah, I think so.

If you have to think about it,
you have not felt it.

And you're absolutely sure
you'll find that someday?

Of course.
Everyone does eventually.
You just never
know when or where.


* **

This is a tribute for one of the greatest scene ever been played in HIMYM series.
Heartwarming dialogue between the main character (Ted Mosby) and the man who should  be tying a knot with Ted's lover (Klaus). Its kind of a deep reflection about certain feeling that every human should be sense in their soul when they looking for the special one in their life and of course Band of Horses nailed this scene with their poignant song: The Funeral.

The last line , ironically, is also a question that will live in my head for a long time until I've find mine.
Surely, this is a teasing question for you too: Did you find your Lebenslangerschicksalsschatz yet?

21 Desember 2012

Larut bersama Terry McDermott, Cassadee Pope, dan Nicholas David

"Music can change the world because it can change people" Bono

4 bulan terakhir di tahun 2012 ini menjadi suatu bagian hidup yang menarik dalam hidup saya. Rasanya ketidakjelasan yang ada dalam kurikulum kehidupan ini mencapai kulminasinya, sejauh kehidupan saya yang baru mau menginjak usia 25 tahun, dalam periode waktu ini. Tetapi seperti inilah garis yang dituliskan oleh-Nya. Terkesan mensimplifikasikan problem, tapi menurut seorang yang tercerahkan (setidaknya menurut saya Beliau menuju jalan yang tercerahkan) yaitu Bapak Gede Prama, beliau berkata: "Bisa memandang setinggi langit dan bertindak serendah hati bumi, itulah keberuntungan sejati".Well, setidaknya dengan menanamkan pola pikir bahwa saya selalu berada dalam keberuntungan dapat membuat saya sedikit lebih tenang dalam bersikap.

Dalam 4 bulan terakhir inilah saya merasa sangat beruntung dalam satu hal yang spesifik, bahwa di rumah saya ada tv kabel dan ada kanal AXN di sana. Selama 4 bulan itulah saya terhibur dengan sajian acara reality show The Voice yang ternyata sudah masuk musim penayangan ke 3. Jujur, di musim sebelumnya saya tidak terlalu mengikuti acara ini. Saya hanya melihat sekilas saja dan mengetahui bahwa ini adalah acara pencarian bakat bernyanyi di Amerika Serikat. Format acara seperti ini tentunya mirip dengan American Idol, X Factor, dan lainnya. The Voice ini mempunyai kekuatan di dalam acaranya karena 4 juri di sini dapat memilih dan saling bersaing mendapatkan peserta yang diaudisi untuk menjadi  bagian dari masing-masing tim para juri. Seiring perjalanan acara ini timbul ikatan dan saling pengertian antara juri dengan kontestan, sehingga imbasnya melalui diskusi antara juri dan kontestan, dapat terjadi kesepakatan pemilihan lagu dan cara membawakan lagu dengan lebih tepat untuk diinterpretasikan para kontestan.


Pada akhirnya ada 3 besar kontestan The Voice yang mencapai babak final, mereka adalah: Terry McDermott, Cassadee Pope, dan Nicholas David. Mereka kontestan yang luar biasa. Masing-masing dari mereka pernah membawakan setidaknya 1 lagu yang dapat mengantarkan saya ke dimensi yang lain. Penampilan yang membuat saya percaya bahwa musik dapat mengubah dunia, seperti kata Bono. Tentu musik adalah subjektif, sebuah ekstase tersendiri bagi masing-masing individu yang hanyut ke dalam musik. 


Saya merasa cinta itu dapat diperkenalkan dengan cara yang tidak terbatas ke relung terdalam saya ketika lagu "I Want To Know What Love Is" dinyanyikan dengan sepenuh hati oleh Terry.


Saya merasa Yesus bernyanyi lagu "Lean On Me" yang ditunjukkan kepada diri saya dengan menggunakan tubuh dan suara Nicholas David.



Saya merasa seorang malaikat membisikkan kidung lirih tentang perpisahan melalui "Over You" yang mengantarkan Cassadee Pope menjadi America's Next Big Thing. Melalui penampilan Cassadee inilah yang membuat saya yakin Amerika memberikan banyak voting kepada dirinya.

Terry, Nicholas, Cassadee. 
Melalui nyanyian mereka, saya merasa beruntung. Melalui nyanyian mereka, hati saya tergerak. Melalui nyanyian mereka, saya menulis lagi di blog untuk dapat berbagi keberuntungan saya dalam mendengar lagu mereka.

Tentu pencapaian mereka tidak akan berhenti di ajang kompetisi ini dan sudah seharusnya dapat dinilai lebih lagi ketika mereka sudah mempunyai album sendiri yang berisikan lagu-lagu baru. Tidak hanya mengandalkan lagu milik artist lain yang didaur ulang seperti yang menjadi format kompetisi The Voice.

The Voice musim ke 3 akhirnya berakhir sudah, tahun 2012 akhirnya akan berakhir, dan nampaknya keberuntungan bagi diri saya tidak akan berakhir sejauh saya tetap mengimaninya.

Selamat merayakan hari Natal dan tahun baru 2013 bagi kalian semua yang merayakan.
Bagi kalian yang tidak merayakan kedua hari besar di penanggalan masehi ini, kiranya dapat menikmati serta merayakan setiap detik demi detik dengan suasana yang damai dalam diri kalian masing-masing ;)