27 Agustus 2010

Review: À la folie... pas du tout (2002)


Apakah perasaan cinta yang mendalam dari seorang wanita untuk seorang pria yang sudah mempunyai istri adalah suatu hal yang pantas dipertahankan?

Dengan tetap mempertahankan perasaan cinta di dalam hatinya, wanita ini menjadi lebih semangat dalam menjalani hidup karena pria ini mampu membuat rasa cinta wanita ini mekar sehingga menjadi tujuan hidup yang ingin diraih wanita ini bersama pria tersebut.

Akan tetapi bagaimanakah dengan perasaan pria ini kepada wanita tersebut? Kemudian, bagaimanakah kata hati pria ini sebenarnya kepada istrinya? 
À la folie... pas du tout

Film ini mengisahkan tentang kehidupan cinta Angelique, seorang wanita muda berparas manis dan juga merupakan mahasiswi yang sukses mendapatkan beasiswa di bidang impiannya yaitu seni lukis. Angelique dikisahkan mencintai seorang dokter yang mempunyai nama Loïc. Perasaan cinta Angelique yang membuncah, membuat Angelique sering mengirimkan hadiah sebagai tanda cintanya kepada Loïc. Loïc yang telah mempunyai istri bernama Rachel yang sedang hamil, kemudian diselimuti kegalauan di dalam hatinya. Sementara itu, seorang dokter muda bernama David secara terang-terangan telah menyatakan perasaanya kepada Angelique. David mencoba merebut hati Angelique yang berbunga-bunga terhadap sosok Loïc.

Angelique yang sudah kadung sangat mencintai Loïc, kemudian melakukan beberapa tindakan nekat untuk memisahkan Loïc dari Rachel dan tentu saja supaya Loïc mau menerima cintanya setulus hati. Sayangnya, rasa cinta Angelique kepada Loïc akhirnya bertepuk sebelah tangan. Loïc tetap memilih untuk bersama Rachel. Angelique yang putus asa akhirnya memutuskan untuk melakukan percobaan bunuh diri...

"We all dream of a great love affair"  -Angelique-

Pada akhirnya apakah Loïc akan paham alasan mengapa Angelique begitu mencintai dirinya, sehingga Angelique memutuskan untuk mencoba bunuh diri? Setelah setengah bagian awal dari film ini bercerita menurut sudut pandang Angelique, kemudian setengah bagian berikutnya dari film ini bercerita dari sudut pandang Loïc. Dari perspektif Loïc, keyakinan penonton akan sosok Angelique yang sangat mencintai Loïc akan dibuat ragu seiring terkuaknya beberapa fakta yang membuat penonton berpikir: Apakah Angelique mencintai Loïc dengan tulus atau malah perasaan dari hati Angelique kepada Loïc itu bukanlah perasaan cinta?

Sosok Angelique yang terlihat polos namun sebenarnya misterius diperankan dengan apik oleh Audrey Tautou. Daya pikat Tautou setelah berperan di film Amélie pada tahun 2001 terpancar di film ini dan tidak diragukan lagi merupakan elemen terpenting di film ini. Layaknya film produksi Prancis yang lain, terdapat beberapa momen indah yang ditangkap oleh kamera terutama pada bagian awal dari film yang mencoba menyampaikan suasana hati Angelique yang berbunga-bunga secara visual. Jalinan cerita yang diberikan pada film ini mencapai klimaksnya dengan baik, lalu ditutup oleh ending yang membuat penonton akan memikirkan dalam hati: "Apa sih yang sebenarnya ada di dalam pikiran Angelique?"

"Though my love is insane
my reason calms the pain in my heart
it tells me to be patient and keep hoping..."
-an erotomaniac confined for 50 years-


À la folie... pas du tout a film by Laetitia Colombani
cast:
Audrey Tautou ... Angelique
Samuel Le Bihan ... Loïc
Isabell Carré ... Rachel
Clément Sibony ... David

Rumah Produksi:
Cofimage 12

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Cool review!
Angelique is such a crazy yet fascinating girl!
8/10!