29 September 2009

DTR Begins: Sepakbola, penyelamat hidup saya

"sepakbola adalah keajaiban dunia ke-8"

Tidak terbayangkan oleh saya bagaimana jadinya hidup ini jika tidak pernah berkenalan dengan sepakbola: olahraga permainan paling populer di dunia ini. Sepakbola sebagai permainan yang saya mainkan dan juga sebagai permainan yang saya tonton di layar kaca, berhasil membuat diri ini terbius oleh segala magisnya.

Saya masih mengingat betul kapan saya pertama kali tersadar bahwa permainan sepakbola itu sangat indah. Di hari minggu ketika saya berumur kira-kira 7 tahun, saya dibawa ke rumah sakit oleh kedua orang tua saya karena demam. Lalu ketika menunggu giliran masuk ke dokter umum, saya menyaksikan partai AC Milan vs Hellas Verona di layar kaca. Pertandingan itu berat sebelah dan akhirnya dimenangkan kesebelasan AC Milan dengan skor 4-0. Hal yang saya ingat betul pada partai tersebut adalah gol fenomenal George Weah dimana dia mendribbe bola sendirian dari kotak penalti Milan sampai dengan kotak penalti lawan


27 September 2009

Didit Tri Rahardian Begins

Sesuai janji saya sendiri untuk memutakhirkan blog "Anak Tidak Tahu Dirugi", maka saya akan segera memulainya hari ini juga.

Awalnya saya sempat bingung dan kemudian muncul pertanyaan yang timbul dari kepala saya mengenai topik apa yang sebaiknya saya tuliskan?
Sempat terpikir untuk langsung saja membahas topik-topik yang sedang 'panas' saat ini, seperti lanjutan pemilihan ketua umum partai Golongan Karya; perkembangan terbaru sepakbola Liga Inggris maupun Liga Italia; ataupun yang menyangkut diri nasib akademis saya sendiri: "Kapankah saya mengerjakan Tugas Akhir?"

Terlalu bingung saya untuk memikirkan topik apa saja yang mesti saya tuliskan, sementara tuntutan dari diri saya sendiri yang ingin sekali menulis. Sudah terlalu banyak informasi yang saya ingin sampaikan ke dalam blog ini setelah lama vakum menulis. Bahkan lamanya waktu vakum menulis saya ini lebih lama dari vakum-nya MTI, sebuah organisasi non-profit di ITB yang mewadahi mahasiswa jurusan TI untuk berkembang sesuai keinginan masing-masing mahasiswa yang tergabung di dalamnya.

Akhirnya, saya memutuskan untuk menulis lagi. Tidak baik rasanya jika ada keinginan yang dapat direalisasikan dengan mudah, dalam konteks ini adalah menulis blog, tapi tidak kunjung diwujudkan. Kemudian saya akan "menggali" diri saya sendiri untuk dijadikan topik tulisan dalam blog ini. Saya ingin mengingat masa-masa dimana saya tumbuh dari saya balita hingga saat ini. Hal-hal yang membentuk saya, akan saya paparkan di tulisan-tulisan berikutnya.

Harapan saya ialah pembaca blog "Anak Tidak Tahu Dirugi" mendapatkan informasi yang berguna seperti yang sudah saya alami sebelumnya, serta saya sendiri bisa merenungi hal-hal indah maupun pedih yang membuat saya menjadi Didit Tri Rahardian yang seperti sekarang ini. Akan menjadi menarik jika Anda, pembaca blog "Anak Tidak Tahu Dirugi", merasa tidak sia-sia menghabiskan waktu sejenak untuk membaca potongan kisah-kisah hidup yang terjadi pada masa lalu saya dan kemudian merasa senang telah mendapatkan informasi yang bakal memperkaya hidup Anda.

Silakan dinikmati tulisan-tulisan saya berikutnya :)

18 September 2009

kembali lagi

ya ampun!!

sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini...

yah, petualangan menulis dimulai lagi sekarang!!

25 Mei 2009

Apresiasi yang Mengetuk Semangat

Jadi, sekitar 1 bulan lalu saya mengirimkan salah satu tulisan di blog saya ke IndoManUtd.org
Saya mengirimkan tulisan tersebut dalam rangka mengikuti sayembara yang diadakan di form tersebut.
Jika masih ada yang mengingat, tulisan itu adalah tulisan mengenai Manchester United FC (MUFC). Saya membuat tulisan yang menceritakan ironi dari tur MU ke Indonesia.

1 bulan berlalu semenjak saya mengirimkan tulisan tersebut, ternyata ketika hari ini saya membuka lagi forum IndoManUtd dan membaca thread Sayembara...

ternyata tulisan gw dipilih menjadi JUARA 1 !!

WOW !!

Sangat bangga gw dengan diri sendiri.
Apresiasi yang diberikan oleh forum IndoManUtd.org
sungguh membuat saya semakin semangat menulis =]

Semoga ke depannya, saya bisa menghasilkan tulisan yang berkualitas lagi tidak hanya mengenai sepakbola saja. Amin !

note: berikut ini capture dari indomanutd.org yang menunjukkan saya menjadi juara
maaf kurang begitu jelas ^^

perasaan saya sangat senang sekarang ini ^^
semoga bisa memberi semangat untuk diri saya pribadi dan teman-teman ke depannya ^^

08 Mei 2009

Terjatuh Perlahan (dan bangkitlah secepatnya)

malam ini di StarMovies, tidak sengaja saya menonton film musikal yang sarat makna dengan teknik penyutradaraan long-shot dan dinamis. Judulnya adalah Once

Dari sekian banyak lagu-lagu keren di film ini, ada 1 lagu berjudul "falling slowly" yang liriknya begitu kuat. Seperti berikut:

I don't know you
But I want you
All the more for that
Words fall through me
And always fool me
And I can't react
And games that never amount
To more than they're meant
Will play themselves out

Take this sinking boat and point it home
We've still got time
Raise your hopeful voice you have a choice
You've made it now

Falling slowly, eyes that know me
And I can't go back
Moods that take me and erase me
And I'm painted black
You have suffered enough
And warred with yourself
It's time that you won

Take this sinking boat and point it home
We've still got time
Raise your hopeful voice you had a choice
You've made it now

Take this sinking boat and point it home
We've still got time
Raise your hopeful voice you had a choice
You've made it now
Falling slowly sing your melody
I'll sing along
(Glen Hansard/Marketa Irglova)

tagline film ini adalah :" How often do you find the right person? "
seberapa sering?
apakah sebenarnya sudah, tapi kita tidak menyadarinya?

Ketika kita terlambat untuk menyadarinya, semua telah terlambat..
Dan akhirnya kita terjatuh perlahan..
mulai bertindak bodoh dan melarikan diri kepada kepuasan semu..

Tuhan Yang Maha Kasih nyatanya berkehendak lain..
Dan bangkitlah secepatnya..
Jangan menolak menerima kehadiran-Nya..

menyesali masa lalu kita lakukan,, maka selamanya engkau akan ditenggelamkan oleh masa lalu itu

Maaf dari relung qalbu yang terdalam.
Itu bisa engkau lihat di mata-ku.
Bukan kecewa,
hanya ingin menyesali kuasa jahat yang telah menguasaiku dahulu...


Saya hanya pasrah..
Di saat pintu sudah tertutup, hanya usaha keras yang dapat membuat saya melangkah lebih maju lagi.
Tidak akan terjadi...
Tidak akan..
Tidak.


28 April 2009

kenapa harus "menyerah" jika ada kata "berjuang" di dalam kamus?

"We all have our time machines, don't we. Those that take us back are memories... And those that carry us forward, are dreams"
(quotes taken from: The Time Machine, 2002)

Bagi saya pribadi, kalimat diatas merupakan sebuah jalinan kata yang bermakna amat kuat. Saya disadarkan bahwa apa yang sudah saya perbuat di masa lalu hanya bisa saya kenang saja, kenangan itulah pengejawantahan "mesin waktu" kita ke masa lalu dan saya (termasuk kita semua) tentunya punya mimpi dan harapan. Mimpi dan harapan inilah yang menjadi semacam "mesin waktu" bagi kita menuju masa depan. Tentunya mimpi dan harapan ini harus kita usahakan menjadi nyata semampu kita.

"bagaimana jika kita mempunyai mimpi dan harapan, akan tetapi seakan-akan dalam waktu sekejap *wham* kita divonis untuk tidak bisa melanjutkan mimpi dan harapan itu?"

Dalam sekejap yang memenuhi pikiran saya adalah puluhan, bahkan ratusan kalimat bijak yang pada intinya kalimat itu seolah mempunyai mulut dan berbisik lagi kepada sanubari saya mengucapkan penggalan kata yang dikandungnya:

"Sabar..segala yang terjadi ini adalah rencana dari Yang Maha Kuasa. Hendaknya kamu tetap kuat dan jangan jatuh dalam menghadapi cobaan."

"Dit, ini masih belum rezeki untuk kamu. Tetap pertahankan mimpi dan harapan kamu, karena kelak mungkin di suatu waktu yang lain rezeki ini akan datang menghampirimu"

...dan bermacam-macam kalimat bijak lainnya...

Saat ini saya merasakan bahwa mimpi dan harapan itu akan/sedang/sudah menjauh dari saya. Saya berada dalam posisi dimana pada akhirnya sekeras dan sehebat apapun perjuangan yang akan saya lakukan, pada akhirnya perjuangan ini sekedar tak lebih dari kehampaan belaka.

Apakah benar ini semua akan jadi suatu yang hampa?
Pengalaman membujuk saya untuk berkaca. Hasil yang saya harapkan sebuah kebahagiaan memang tidak saya dapatkan, alih-alih rasa pahit dari kekalahan yang saya rasakan. Akan tetapi dibalik rasa pahit itu, terkandung proses pembelajaran.
Terkadang untuk mencapai keadaan ideal yang saya impikan, saya harus mengalami sakit yang teramat sangat.

Harus tahu rasanya ditolak
Harus tahu rasanya diacuhkan
Harus tahu rasanya sebenarnya saya ini pilihan yang salah

.Saya ini ternyata tempat yang salah untuk saling berbagi.

Dan untuk mencapai kata "ternyata", dibutuhkan waktu yang lama.
Dimana waktu itu dengan indahnya (atau kejamnya?) menumbuhkan segala impian dan harapan
yang pada akhirnya hanya menjadi sebuah satir tersendiri.

Lalu sampailah saya di persimpangan.
Di persimpangan tersebut ada petunjuk ke berbagai macam haluan.
Tetapi saya tahu, hanya ada 2 muara dari berbagai macam haluan tersebut.
Saya tahu saya sedang dihadapkan kedalam 2 pilihan:
Engkau memutuskan untuk berjuang menuju muara impian dan harapan awal, dimana perjalanan menuju muara tersebut penuh duri tajam serta onak duri dan tidak menutup kemungkinan akan terus melukaimu?
atau
Engkau memutuskan untuk menyerah menuju impian dan harapan awal sehingga engkau akan berpaling menuju muara impian dan harapan yang baru, dimana impian dan harapan baru itu tidak bisa menyamai hebatnya impian serta harapan yang lama?

Naif memang jika mengatakan impian serta harapan yang baru tidak bisa menyamai hebatnya impian serta harapan yang lama. Akan tetapi, esensi utama dari semua ini adalah "berjuang".

Saya memutuskan untuk terus berjuang mencapai muara impian dan harapan awal. Saya tahu dalam perjalanan meraih harapan ini, saya sebenarnya sudah divonis saat ini tidak akan berhasil. Saat ini tidak akan bisa. Saat ini bukan saya...

Akan tetapi kata "Saat ini" adalah "Saat ini"
Saya menolak jika "Saat ini" disamakan dengan "Masa mendatang"
Saya menolak vonis "Tidak bisa" karena saya tahu "Saya bisa"

Saya menolak "menyerah" karena saya tahu ada kata "berjuang"

"menyerah" berarti pasrah akan nasibnya, tidak melawan, mengaku kalah.
"berjuang" berarti berusaha sekuat tenaga untuk meraih sesuatu.

Dunia boleh tertawa karena saya memilih untuk berjuang.
Dunia mungkin tidak habis pikir karena saya tidak kunjung untuk menyerah.
Tapi,
Dunia harus tahu bahwa setiap perjuangan yang saya lakukan tidak berlandaskan rasa egoisme.

Suatu saat nanti (pastinya bukan saat ini), saya berjanji untuk memenuhi segala impian dan harapan awal saya.

Tapi, apakah Dunia mau menunggu suatu saat nanti?


Saya masih percaya dan tetap akan percaya, suatu saat nanti Dunia dapat melihat kesungguhan dan keteguhan hati saya.

Maka,
Sekarang saya harus terus percaya bahwa setiap perjuangan saya akan mampu memeluk lelah, keringat, sakit, acuhan, penolakan.....

Pada akhirnya,

Saya tidak akan pernah melupakan masa lalu saya, karena dari masa lalu itu saya sekarang mempunyai harapan dan impian.

dan dengan harapan dan impian tersebut,

Saya akan berjuang menunggu suatu saat nanti Dunia akan berkata kepadaku: "engkau dahulu mungkin membuatku resah dan gundah, tetapi aku percaya ke depannya engkau akan dapat menenangkanku."


-terima kasih kepada Dunia yang terus memberi inspirasi bagiku untuk terus berjuang. Dunia telah salah jika berpikir aku menyerah!-







27 April 2009

kamar 216 yang selalu ramai (edisi lanjutan)

Menyambung post kamar 216 yang selalu ramai, maka di tulisan ini saya akan kembali melanjutkan cerita tentang teman-teman kami yang sering bertandang ke kamar 216.

Tidak perlu basa-basi, berikut ini adalah beberapa pihak yang menjadikan kamar 216 sebagai tempat favorit berplesiran:
perhatikan dengan seksama, kemanakah gerangan tangan kanan uki mengarah?

Lelaki yang tampak pada foto di atas adalah U...uuuu..ki (dilafalkan langsung dengan logat khas Uki yang agak tergagap). Jadi, dari sekian banyak orang yang sering berkunjung ke kamar kami, Uki ini adalah salah satu orang yang paling jelas tujuannya kalau berkunjung ke kamar kami.
Tujuan Uki ke kamar kami biasanya:
1. Seperti nampak di foto, tangan kiri Uki menggenggam remote control TV dan tangan kanan Uki mengarah ke..... (simpulkan sendiri, yang pasti tujuan Uki ke kamar kami sudah jelas kan?)
Maksudnya, si Uki ini sering menonton tayangan-tayangan olahraga dari kanal khusus olahraga seperti ESPN ataupun Star Sports. Jadi, dalam foto ini yang terbayang dalam bayangan Uki kira-kira seperti ini: "Kapan ya perutku bisa "keras" kayak Ngond A Jam? (pemain sepakbola Sriwijaya FC)"

2. Curhat. Inilah yang paling ditunggu-tunggu oleh saya dan bendot. biasanya kalau Uki sudah curhat, entah kenapa Uki akan mengeluarkan kata-kata atau kalimat yang akan "menggali lubang kuburnya sendiri", sehingga akhirnya kami semua yang mendengar curhat Uki akan langsung tertawa karena kisah satir yang terjadi di hidupnya Uki.

3. Belajar. Uki sering datang ke kamar kami dan membawa catatan kuliah serta Jurnal. Akan tetapi hal ini jarang membuat saya dan bendot akhirnya juga ikut belajar. Sebenarnya jadi heran juga, mengapa Uki bisa konsentrasi belajar dengan kondisi kamar kami yang selalu hingar bingar. Salut untuk Uki untuk hal yang satu ini, terkadang membuat saya pribadi menjadi terpacu untuk belajar.

4.Tidur. Seperti halnya Hardian (cerita lebih lengkapnya silakan dibaca di tulisan saya yang terdahulu) biasanya setelah lelah beraktivitas di kamar kami, Uki tiba-tiba bisa tertidur dengan pulas di kamar kami. Berbeda dengan Hardian, biasanya kami justru sangat menunggu Uki tertidur. Mengapa? Sebab kalau Uki tidur, biasanya dia akan mengigau. Ini dia yang kami tunggu sebab jika Uki mengigau, biasanya sesi curhat rahasia Uki akan dibuka.
Berikut ini contoh sesi curhat dengan Uki ketika mengigau:

(latar: malam hari, pada kondisi yang tenang saat saya dan bendot sedang menjelajahi dunia maya di komputer jinjing masing-masing)

tiba-tiba Uki melenguh!
Uki: mmmmhhfff (suara parau Uki yang menandakan dia siap untuk membuka sesi curhat di kala tidurnya)

Saya dan bendot biasanya langsung paham Uki sudah masuk ke alam bawah sadarnya dan siap untuk diwawancara mengenai kehidupan pribadinya.

Saya: (to the point langsung bertanya) "Ki, kamu tuh sebenarnya cinta mati ama ***** gak sih?"

Uki: hhmmmmmmmmp (silakan para pembaca menginterpretasikan sendiri gumaman dari Uki ini, karena saya pribadi juga tidak mengerti maksud dari Uki ini. Mungkinkah artinya iya?)

Uki yang sedang mengigau: "kekuaaataaan Tiada Tara!"

Oknum berikutnya adalah:

Radix. Demi kebaikan bersama, sengaja difoto dari bagian belakang supaya tatapan matanya tidak "membunuh" kita semua

Alasan kedatangan Radix ke kamar kami meliputi:
1. Alasan bisnis yang semoga bisa dijalankan dengan lancar. (10% dari total alasan kedatangan)
2. Alasan bermain gim, membaca komik, dll. (90 % dari total alasan kedatangan)

Radix juga tidak hanya sering bermain ke kamar kami, tapi sering juga bermain ke kamar Panca dan Reda. Tapi alasan Radix ke kamar mereka, murni untuk bermain gim. Pernah saking semangatnya bermain gim, Radix tiba-tiba meng-install gim di PC Reda tanpa seizin Reda sendiri selaku pemilik PC. Oh, Radix......

Pihak berikutnya adalah:


public figure yang sudah tidak asing lagi bagi TI 05 khususnya

Ya, pria yang ada di foto di atas ini adalah Daud Satria. Orang yang satu ini sudah sering berkunjung ke kamar kami semenjak saya dan Daud mulai usaha fotokopi buku Analisis Biaya.

Kedatangan Daud biasanya membawa keceriaan karena kepolosan sifatnya yang terkadang menjadi bumerang bagi tindak tanduknya selama berkegiatan di kamar. Ketika musim UTS dan UAS, biasanya Daud belajar di kamar kami dan Daud tidak segan untuk mengajar kami semua apabila ada pelajaran yang tidak kami mengerti. Terima kasih sekali bung Daud!
Semoga kita lancar di bisnis kita ke depannya. Amin

Mungkin cukup sampai disini saja tulisan saya yang kali ini.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya tidak bermaksud menyinggung pihak-pihak yang saya sebutkan diatas. Hanya ingin berkomentar atas segala tindak- tanduk mereka lakukan di kamar 216. Maklumi saja jika empunya kamar ini berkomentar ya :)

Terima kasih sudah membaca!

bonus tambahan:


penampakan yang selalu ada di kamar 216 hampir setiap harinya. no comment deh.....kasian guling saya....


nb: Kepada pengunjung kamar 216, selalu rapikan kamar ketika sudah berkunjung! Jangan buang sampah di dalam kamar! Jangan lupa kembalikan komik pada tempatnya ketika sudah dibaca! Jangan menjajah kasur kepunyaan penulis, apalagi memberi air liur di bantal/guling-nya!

Sip!